Tingkatkan Jangkauan, BNN RI Dirikan Laboratorium Narkotika di Tanah Merah

Rabu, 09/11/2022 - 21:40
Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose saat pemotongan pita didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., beserta para pejabat BNN, pada Rabu 9 November 2022.
Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose saat pemotongan pita didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., beserta para pejabat BNN, pada Rabu 9 November 2022.

Klikwarta.com, Samarinda - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) resmi memiliki laboratorium narkotika di Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur. Laboratorium ini merupakan laboratorium narkotika keempat di Indonesia yang didirikan oleh BNN setelah laboratorium narkotika di Lido, Jawa Barat, laboratorium narkotika di Deli Serdang, Sumatera Utara, dan laboratorium narkotika di Baddoka, Sulawesi Selatan.

Peresmian laboratorium narkotika di Tanah Merah, Samarinda, dilakukan secara simbolis oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose dengan pemotongan pita didampingi Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., beserta para pejabat BNN, pada Rabu 9 November 2022.

op

Dalam peresmian tersebut Kepala BNN menyebutkan bahwa pendirian laboratorium narkotika di Samarinda ini dilakukan untuk menjangkau wilayah Kalimantan.

"Pendirian laboratorium ini selain diperlukan oleh penyidik untuk pro justitia juga dibutuhkan untuk melakukan deteksi terhadap adanya new psychoactive substences atau NPS yang beredar, khususnya di Kalimantan," ungkap Dr. Petrus Reinhard Golose.

i

Sebagaimana diketahui menurut Kepala BNN saat ini sebanyak 1127 NPS telah beredar di dunia dan 91 diantaranya telah masuk dan beredar di Indonesia. Namun demikian, Dr. Petrus Reinhard Golose memperkirakan masih lebih banyak lagi NPS yang beredar dan belum terdeteksi. Oleh sebab itu, menurutnya penting untuk memperbanyak laboratorium narkotika di Indonesia.

Sementara itu, dalam laporan Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Ir. Wahyu Widodo disebutkan bahwa pembangunan laboratorium narkotika menjadi salah satu program prioritas nasional. Kapala Puslab Narkotika BNN mengatakan bahwa sampai dengan tahun 2024 dalam program prioritas nasional tersebut ditargetkan terbangun 5 laboratorium narkotika di Indonesia. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan pemerataan jangkauan laboratorium narkotika yang efektif dan efisien guna mendukung percepatan program P4GN. 

(Kontributor: Arif)

Related News