Utang Pemkab Karimun Mulai Turun, Iskandarsyah Tegaskan Evaluasi Keuangan Berjalan

Senin, 28/07/2025 - 18:00
Bupati Karimun, Iskandarsyah

Bupati Karimun, Iskandarsyah

Karimun, Klikwarta.com - Bupati Karimun, Iskandarsyah, menghadapi tantangan berat dalam masa awal pemerintahannya. Baru lima bulan menjabat sejak pelantikan pada 20 Februari 2025, ia sudah dihadapkan pada beban utang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun yang terus membengkak.

Tunggakan utang yang berasal dari tahun 2023 dan 2024 mencakup berbagai sektor, mulai dari Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, insentif petugas kebersihan, kader posyandu, guru TPQ, tenaga honorer, hingga sejumlah kegiatan lain yang masuk dalam daftar Tunda Bayar (TB).

“Masih banyak utang-piutang yang harus kami selesaikan. Untuk itu, kami harus memutar otak dan mengambil langkah-langkah strategis. Target kami, seluruh utang ini harus tuntas di tahun 2025,” ujar Iskandarsyah, Senin 28 Juli 2025.

Sejak awal menjabat, Pemkab telah mulai mengangsur kewajiban tersebut. Dari total saldo utang sebesar Rp 173 miliar, saat ini tersisa sekitar Rp 155 miliar.

Namun, tantangan tak hanya datang dari sisi utang. Iskandarsyah juga menyebut kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres), turut berdampak pada kelangsungan program-program pemerintah daerah.

“Dengan kondisi keuangan yang belum stabil, pembangunan infrastruktur belum bisa kami maksimalkan. Beberapa janji kampanye pun belum terealisasi seluruhnya,” lanjutnya.

Untuk mengatasi situasi ini, Pemkab Karimun berupaya memperbaiki kinerja dan tata kelola keuangan daerah. Salah satu langkah konkret adalah merombak direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menutup potensi kebocoran.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek keuangan daerah, baik pendapatan, belanja, maupun utang. Kami juga tengah menjajaki solusi kreatif seperti optimalisasi PAD dan mencari peluang investasi baru,” kata Iskandarsyah.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan opsi negosiasi dengan kreditor untuk memperoleh skema pembayaran yang lebih fleksibel, seperti penjadwalan ulang atau pengurangan bunga utang.

Di tengah berbagai tantangan ini, Iskandarsyah berharap dukungan penuh dari masyarakat Kabupaten Karimun.

“Dukungan dari masyarakat sangat kami butuhkan, baik dalam menjaga stabilitas ekonomi maupun menarik minat investor untuk menanamkan modal di Karimun,” pungkasnya.

(ADVERTORIAL/Jaya sainofi)

Berita Terkait