Wamen Ekraf Dorong Penguatan Identitas Tenun Sumba Barat Daya melalui Storytelling

Selasa, 21/07/2026 - 20:41
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan) berbincang dengan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla (kiri) saat menerima audiensi di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (21/07/2026)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar (kanan) berbincang dengan Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla (kiri) saat menerima audiensi di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa (21/07/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menerima audiensi Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (21/8). Pertemuan tersebut membahas potensi besar ekonomi kreatif di Kabupaten Sumba Barat Daya yang ditopang oleh kekayaan budaya, mulai dari tenun ikat, kerajinan, kuliner tradisional, seni pertunjukan, hingga destinasi wisata.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf menyoroti besarnya potensi ekonomi tenun Indonesia, termasuk tenun khas Kabupaten Sumba Barat Daya. Menurutnya, setiap produk tenun perlu didukung dengan storytelling yang kuat agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi di pasar.

"Karena tenun kita itu bagus. Sebenarnya tenun Sumba Barat Daya khasnya apa sih? Terus terang sekarang orang melihat tenun itu Sumba, NTT, NTB dijadikan satu gitu. Ini semuanya sama," ujar Wamen Ekraf.

Lebih lanjut, Wamen Ekraf menegaskan bahwa penguatan nilai tambah melalui storytelling, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan daya saing tenun Sumba Barat Daya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para penenun. Dengan demikian, pelestarian warisan budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat, sehingga ekonomi kreatif menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah.

Kementerian Ekraf juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengenalkan tenun Indonesia ke dunia. Salah satunya melalui pameran MASA yang digelar di Singapura. 

"Kalau misalnya kita jual di tempat lebih modern, kita bisa memperlihatkan bahwa di tempat-tempat yang modern saja yang tradisi ini masih masuk sebagai sesuatu yang keren, berbeda. Jadi, orang bisa mengapresiasinya lebih tingg," jelas Wamen Ekraf. 

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla mengatakan, Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki budaya, kreativitas masyarakat dan potensi ekonomi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing. Namun potensi itu perlu adanya penguatan melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan produk, akses pasar serta kolaborasi berkelanjutan.

"Kami tidak hanya mengajukan dukungan, tetapi juga menawarkan komitmen untuk bekerja bersama dengan kekayaan budaya yang dimiliki Sumba Barat Daya dan dukungan Kementerian Ekraf kami optimistis ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia," jelasnya. (**) 

Tags

Berita Terkait