Soal Limbah Greenfields, Wabup Blitar : 'Kalau Dia Gak Sanggup Nyelesaikan Mau Omong Apa ?'

Jumat, 25/06/2021 - 10:13
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Saat Dihubungi Awak Media (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Saat Dihubungi Awak Media (foto : Faisal NR / Klikwarta.com Blitar)

Klikwarta.com Blitar - Wakil Bupati (Wabup) Blitar Rahmat Santoso (Makdhe Rahmat) mendesak pengelola PT. Greenfields farm 2 menepati komitmennya, untuk mengelola limbah pabrik dengan tidak membuang limbah ke daerah aliran sungai (DAS) lingkungan setempat di desa Ngadirenggo, kecamatan Wlingi. 

Wabup Rahmat mengatakan, keterangan yang ia dapatkan, pihak Greenfields menyatakan secara tegas tidak akan membuang kotoran Sapi di sungai mulai tanggal 27 Mei lalu.

Namun, Rahmat mendapatkan informasi kembali hingga sekarang PT. Greenfields tetap membuang kotoran Sapi di DAS wilayah setempat hingga tetap menimbulkan pencemaran udara lantaran bau kotoran Sapi yang amat menyengat di lingkungan masyarakat.

"Karena ada pernyataan dari Greenfields, dia tidak akan membuang kotoran atau limbahnya ke sungai. Namun kenyataannya tanggal 27 dia membuat surat pernyataan, tapi 27 pun dia masih membuang, 28 masih membuang, 29 sampai sekarang pun masih membuang di sungai," ungkap Rahmat kepada Klikwarta.com Blitar, Jumat (25/6/2021).

Politisi PAN ini menandaskan, mestinya Greenfields farm 2 memikirkan dampak lingkungan kepada masyarakat dari akibat aktivitas atau operasionalnya. Kabupaten Blitar, kata dia, tidak menampik akan kebutuhan investasi yang bertumbuh positif.

"Kita juga butuh investasi. Tetapi kalau CSR nya nol untuk masyarakat, terus investasinya untuk apa. Saya kan juga tidak menikmati CSR, kontribusinya dia untuk kabupaten nol terus untuk apa. Kemudian di sisi lain dia juga tidak mampu menyelesaikan limbah mau omong apa," tukasnya.

Rahmat sangat prihatin dan menyesalkan terhadap kenyataan atas persoalan limbah kotoran Sapi dari PT. Greenfields kepada masyarakat yang masih berlangsung. Bupati Blitar, kata Rahmat, telah menegur Greenfields farm 2 atas polemik itu. Menyinggung penutupan operasional PT. Greenfields farm 2, Rahmat menyerahkan keputusannya kepada Bupati Blitar. 

"Kan kita sekarang semua masyarakat juga terdampak. Saya punya sampel dan buktinya kalau dia masih membuang limbah ke sungai," tegasnya.

Terpisah, Head of Dairy Farm Development & Sustainability PT. Greenfields lndonesia Farm 2 Blitar Heru Setyo Prabowo mengatakan, perihal penyelesaian dampak pengelolaan limbah, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pihak perkebunan dan kelompok masyarakat sekitar untuk merajut sinergi dengan elemen masyarakat itu.

Terkait pemanfaatan Corporate Social  Responsibility (CSR), Heru memastikan telah mensosialisasikannya kepada masyarakat apa-apa yang dilakukan dari pemanfaatan CSR PT. Greenfields farm 2.

"Kami bekerjasama dengan beberapa perkebunan dan masyarakat disekitar peternakan adalah upaya sinergi dalam pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Sosialisasi pemberian CSR kepada warga masyarakat, seperti susu sekolah, khitanan massal, hewan kurban, pembangunan atau renovasi tempat ibadah, bedah rumah, kerjasama kemitraan dengan masyarakat terkait pupuk gratis, penanaman rumput pakan, pembagian sembako dan instalasi pipa air bersih sudah dilakukan selama ini," ulasnya.

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait