Situasi di rumah duka korban gempa Pasaman
Klikwarta.com, Pasaman - Hanya berselang tiga jam setelah kematian Desi Ratna Sari, Jumat (4/3/2022) siang, menyusul satu orang lagi yang meninggal dunia menjelang Maghrib.
Korban bernama Tiangin (75 th), warga Jorong Siparayo, Nagari Malampah. Pria paruh baya ini menderita luka ringan tertimpa bangunan rumah yang roboh saat gempa dahsyat melanda Pasaman, Jumat 25 Februari lalu.
Tiangin mendapat perawatan di rumah anaknya. Ia enggan dirawat di Puskesmas karena alasan tidak ada yang menunggui.
"Malam ini posko tanggap darurat kembali menerima laporan satu orang warga Siparayo Nagari Malampah meninggal dunia", terang Penanggung Jawab Posko Tanggap Darurat Pasaman, Drs. Mara Ondak.
Keterangan Humas Posko Tanggap Darurat Pasaman, Budhi Hermawan, bahwa jenazah Tiangin, disalatkan Jumat malam di rumah anaknya, di Labuah Luruih, Jorong Kampuang Tabek, Malampah.
"Pihak keluarga telah sepakat, Jenazah Almarhum Tiangin diselenggarakan dan disalatkan di rumah anaknya dan dimakamkan di Pandam kuburan keluarga, Jorong Siparayo", jelas Budhi.
Budhi menambahkan, alasan Tiangin tidak dirawat di puskesmas atau rumah sakit, bukan karena tidak ada yang mau mengurus, namun karena tidak ada keluarga yang akan menunggui.
Informasi yang diperoleh dari warga Siparayo, bahwa saat gempa dahsyat mengguncang Pasaman, Tiangin sempat terkurung di reruntuhan rumahnya yang hancur.
"Informasi warga sekitar, Tiangin hanya menderita luka ringan dan telah berobat ke Bidan Desa setempat", ujar Budhi Hermawan.
Sementara itu, keterangan pihak keluarga korban, luka yang diderita Tiangin tidak terlalu serius, namun traumatik akibat terkurung bangunan rumahnya yang roboh, mengakibatkan kondisi kesehatan Tiangin terus menurun.
Kematian Tiangin dan Desi Ratna Sari di hari ke-8 pasca gempa, telah menambah daftar kematian korban bencana gempa bumi Pasaman.
Semula 4 orang meninggal dunia di hari pertama, menyusul satu orang hari ke-2, berlanjut penemuan jasad orang hilang di hari ke-5 dan satu jasad orang hilang pada hari ke-6, serta dua kematian di hari ke-8.
Bertambahnya dua kematian tersebut, angka kematian pasca gempa Pasaman naik menjadi 9 orang. Namun, apakah kematian Tiangin masuk kategori korban gempa bumi karena ia meninggal saat dirawat secara mandiri rumah anaknya?, kita tunggu keterangan resmi Komandan Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Pasaman, Letkol. Inf. Hery Bakti.
Pewarta : Riskal








