Program LDP Kemensos untuk korban gempa di Bengkulu
Klikwarta.com, Bengkulu - Penanganan bencana gempa bumi yang melanda Provinsi Bengkulu menghadirkan bantuan logistik dan psikososial penyintas melalui program Layanan Dukungan Psikososial (LDP).
Kementerian Sosial menyediakan LDP sebagai bentuk intervensi awal dalam masa tanggap darurat. Selain itu, melalui Sentra Dharma Guna, Bengkulu, bantuan logistik tanggap darurat senilai Rp167.692.200 telah disalurkan.
Bantuan tersebut berupa tenda gulung, kasur dan selimut, family kit dan kidsware, popok bayi dan makanan anak, makanan siap saji, peralatan dapur keluarga serta tenda keluarga portabel.

Kolaborasi lintas sektor di Posko Utama juga diperkuat. Tim dari Sentra Dharma Guna, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), relawan Tagana, serta unsur TNI dari Kodim 0407/Kota Bengkulu bergotong royong memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan layanan psikososial menjangkau seluruh penyintas.
“Pemulihan pascabencana tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga jiwa yang terluka. LDP hadir sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap pemulihan holistik penyintas,” kata Tarwan, perwakilan Direktorat PSKBA Kemensos RI. Senin (26/5)
Selain bantuan logistik, perhatian utama diberikan pada pemulihan psikososial korban bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua.
LDP merupakan bentuk layanan yang diberikan kepada korban bencana guna mengatasi tekanan psikologis awal, memperkuat ketahanan mental, dan mencegah gangguan psikologis yang lebih serius. LDP dirancang untuk menciptakan rasa aman, tenang, dan didampingi, dengan pendekatan yang ramah, inklusif, dan partisipatif.
Penerapan LDP bagi anak-anak melalui kegiatan seperti bernyanyi, menari, bermain, dan mendengarkan cerita aktivitas yang dikemas menyenangkan untuk meredakan trauma. Suasana pun menjadi meriah dan penuh tawa saat tim Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial Kota Bengkulu tiba di lokasi.
“Kami hadir bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Mereka membutuhkan rasa aman, perhatian, dan harapan,” ujar Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Syam Wuryani.
Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Inaya (7) yang semula enggan berinteraksi, akhirnya ikut bernyanyi bersama.
“Inaya sudah mulai tertawa lagi,” ujar ibunya dengan penuh haru.
Bagi orang tua, LDP dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, serta edukasi seputar kesiapsiagaan dan pemulihan pascabencana. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang bagaimana menghadapi trauma, mengenali reaksi stres, serta cara mendukung anak-anak selama masa pemulihan.
Banyak dari orang tua mengaku lebih sadar dan tanggap setelah mengikuti sesi edukatif tersebut, dan merasa tidak lagi sendirian dalam menghadapi dampak bencana.
Kementerian Sosial RI akan terus hadir di setiap tahap penanganan bencana dari respons cepat, pemulihan, hingga penguatan kapasitas masyarakat agar tangguh dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
(Kontributor: Arif)








