Pemkab Probolinggo Kurang Peduli Wisata Arung Jeram

Sabtu, 05/06/2021 - 17:33
Kunker Anggota DPRD Jawa Timur
Kunker Anggota DPRD Jawa Timur

Klikwarta,com, Jawa Timur - Pemkab Probolinggo nampaknya kurang peduli terhadap tempat wisata arung jeram. Hal itu terlihat infrastruktur jalan yang tidak menunjang, alias banyak jalan rusak.

Wisata arung jeram di Kabupaten Probolinggo banyak dikunjungi masyarakat karena banyak menyajikan nuansa sungai alami. Namun dengan banyak jalan akses yang rusak akan mengancam keberadaan tempat wisata tersebut. Jika wisatawan turun, tentu terancam gulung tikar.

Wakil Ketua Komisi B, Mahdi mengatakan keberadaan infrastruktur jalan akses menuju wisata alam arung jeram ini memang menjadi keluhan masyarakat sekitar dan pengelola wisata.

Mahdi menegaskan, pengelola wisata khawatir bila akses jalan yang rusak ini tidak segera dilakukan perbaikan akan membuat wisatawan enggan untuk melakukan wisata ditempat ini.

"Ini menjadi PR yang harus segera dicarikan penyelesaian agat wisata alam arum jeram yang cukup banyak diminati wistawan sebelum pandemi akan hilang dan kurang diminati karena faktor infrastruktur jalan akses," ujarnya, saat melakukan monitoring diwisata alam sungai di Kabupaten Probolinggo, di Citra Alam Mulia Probolinggo (Pekalen Rafting), Sabtu (05/06/21).

Untuk itu kata pria asli Probolinggo ini, akan secepatkan membicarakan dengan Pemkab Probolinggo guna melangambil langkah langkah taktis dalam mengatasi persoalan infrastruktur akses jalan tersebut.

"Kita berharap nanti ada tindakan kongkrit Pemkab Probolinggo dan kita akan mendukung dengan meminta Pemprop Jatim  melakukan koordinasi dengan Pemkab probolinggo agar tempat wisata alami ini tidak ditinggal wisatawan karena kondisi akses jalan yang tidak nyaman menuju tempat wisata," pintanya. 

Anggota Komisi B DPRD Jatim Rohani Siswanto, mengatakan kondisi ini harus disikapi bersama antara pemerintah Propinsi Jatim, Kabupaten Probolinggo dan pengelola wisata yang ada di tempat ini.

Rohani menilai kerusakan jalan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah propinsi saja untuk melakukan perbaikan. Mengingat menjadi wewenang Kabupaten. 

"Kalau sepenuhnya Kabupaten juga tidak bisa, mungkin keterbatasan anggaran. Kalau dibebankan ke pengeloa juga akan berdampak buruk bagi investasi. Sehinga harus duduk bersama membiacarakan hal ini," ujar Rohani.

Politisi asal Partai Gerindra ini menjelaskan, jika Pemkab Probolinggo dan Pemprov Jatim duduk bersama membicarakan persoalan ini, maka akan jelas pambagian dalam penyelesaian infrastruktur jalan untuk memberikan kenyamanan wiasatawan yang datang.

"Jelas nanti, mana yang menjadi kewenangan kita di Proppinsi, mana yang menjadi wewenang Kabupaten dan mana yang menjadi wewenang pengelola wisata yang ada disini," tuturnya.

Jika persoalan ini dibiarkan terus tentunya berdampak pada Pemerintah Kabupaten Probolinggo, karena akan bisa dituding tidak ada komitmen untuk mendukung pariwisata di wilayahnya.

Selain Mahdi dan Rohani, kunjungan ini dihadiri anggota Komisi B diantaranya Wakil Ketua Komisi B, Amar Saifudin (PAN), Dwi Hari Cahyono (PKS), Karimullah (Golkar), Ufik Zuroida (PKB) dan Agung Mulyono (Demokrat).

(Pewarta : Supra)

Related News

loading...