Pjs Walikota Blitar Jumadi Berikan Sambutan Pengarahan (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com | Kota Blitar - Pjs Walikota Blitar Jumadi meyakini kota Blitar bakal menjadi replikasi atau percontohan secara nasional dalam hal pengembangan potensi kearifan lokal yang terinspirasi dan berbasis dari nilai-nilai Pancasila.
Ini diungkapkannya seusai membuka Seminar Nasional Advokasi Positif : Menggali Nilai-nilai Pancasila Dari Bumi Bung Karno, Jumat (06/11/2020) di Balaikota Koesomo Wicitra, yang dihadiri langsung Wakil Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Prof. Hariyono, Pjs Bupati Blitar Budi Santosa, Forpimda Blitar, hingga pegiat tematik kearifan lokal.
"Tadi Prof Hariyono datang kesini kan pengen kota Blitar jadi replikasi dari Brandsmark terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila yang direpresentasi di tematik-tematik tertentu. Jadi ada kelurahan-kelurahan tematik di Gedog, Sentul, Sananwetan itu kan implementasi nilai," terangnya kepada Pewarta Klikwarta.com di Rumah Dinas Walikota Blitar.
Kelurahan tematik itu menurutnya ialah kelurahan yang membangun potensi kearifan lokalnya, seperti Kampung Pancasila, Kampung Cyber dan Kampung Bangkit. Jumadi menilai masing-masing kampung dengan coraknya tersebut merupakan pewujudan nilai dari kelima sila Pancasila.
"Ini kan sebenarnya nilai dari berlima sila dalam sehari-hari. Tetapi bagaimana dari semua itu bisa menghasilkan sebuah kemandirian. Gotong royong adalah fondasinya. Untuk hidup orang perlu bekerja. Bekerja harus ada inovasi yang mampu bermanfaat bagi banyak orang, ini Pancasila," jelasnya.
Terpisah Wakil Kepala BPIP Prof. Haryono mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Perpustakaan Bung Karno, Komunitas Kampung yang telah menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup. Ia berharap yang sudah terbangun di kota Blitar sekarang ini bisa dikembangkan lagi secara maksimal.
"Dari ini kami menerima inspirasi praktek laku Pancasila di Blitar bisa dikembangkan di daerah lain. Intinya Pancasila tidak berhenti di pembicaraan tetapi menjadi aktivitas keseharian atau dialog kerja," ungkapnya.
(Pewarta : Faisal NR / Adv)








