Mahasiswa UMS saat KKN di Desa Ngilen, Kecamatan Kunduran, Blora
Klikwarta.com, Blora - Tujuh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngilen, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora akan memfokuskan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut dikatakan Evan Wahyu Wijanarko, koordinator KKN UMS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), usai pembukaan di Balai Desa Ngilen, Rabu (2/2/2022).
"Kami fokuskan ke Pendidikan. Karena kita semua dari keguruan. Ada bahasa Inggris, matematika atau yang lainnya sehingga dapat membantu anak-anak usia dini dan remaja khususnya SMA", kata Evan.
Tak hanya itu, di bidang lain seperti sosial, keagamaan dan kesehatan, juga akan menjadi fokus KKN UMS. Di Desa Ngilen, pendidikan sudah terbilang lumayan bagus dan teknologi telah banyak yang mengerti.
"Kami berharap bisa membantu meningkatkan SDM warga Desa Ngilen. Termasuk memberikan pengetahuan tentang teknologi yang telah berkembang di era sekarang,m", harap Evan.
Sementara, Kepala Desa Ngilen, Purwo Suharto, mengaku bahwa tujuh mahasiswa ini baru mulai pembukaan pada Rabu 2 Januari 2022, pagi. Semuanya dari jurusan FKIP.
"Saya menyarankan di bidang pendidikan untuk turun langsung ke sekolah. Baik untuk jurusan Paud, SD, dengan memberi pelajaran bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan komputer", jelas Purwo.
Purwo mengungkapkan, ini nanti bisa membantu anak-anak dalam proses belajar seperti matematika yang agak sulit bisa diajarkan.
"Anak-anak sekarang mintanya instan. Jadi kalau perlu ditekankan dengan prosesnya. Bisa bimbingan belajar ataupun praktik aja", ujar Kades.
Ia menambahkan, di bidang kesehatan ada posyandu, posbindu remaja. Diharapkan mereka bisa ikut berbaur di sana.
"Apalagi di masa pandemi Covid-19, terlebih dengan adanya varian baru Omicron", katanya.
Tak hanya itu, Kades Ngilen juga berpesan, jangan segan-segan mengadakan sosialisasi untuk mengingatkan warga agar menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan
"Yang ketiga di bidang keagamaan, kami ada tiga tempat Madin (Madrasah Diniyah) mohon bisa dibantu dalam proses belajar mengajar khususnya di TPQ. Kami berharap sedikit banyak membantu warga kami. Paling tidak bisa tahu pendidikan, keagamaan dan kesehatan", demikian tandas Purwo.
Pewarta: Fajar








