Hari Lingkungan Sedunia, Nurul Azhar: Menjaga Lingkungan Bukan Sekedar Kewajiban Tetapi Kebutuhan Bersama Demi Keberlanjutan Ekonomi

Minggu, 07/06/2026 - 00:21
Kegiatan penanaman pohon yang di gelar oleh PT. Pelni dalam rangka memperingati hari lingkungan sedunia

Kegiatan penanaman pohon yang di gelar oleh PT. Pelni dalam rangka memperingati hari lingkungan sedunia

Bitung, Klikwarta.com - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mempertegas komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program pelestarian lingkungan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PELNI menjalankan aksi penghijauan dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan hijau nasional sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.

Program penghijauan dilaksanakan di sejumlah daerah operasional perusahaan, antara lain Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima. Lebih dari 200 bibit pohon ditanam untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperluas ruang terbuka hijau di kawasan sekitar pelabuhan serta wilayah operasional perusahaan.

Selain penghijauan, PELNI juga mengembangkan program daur ulang life jacket yang telah habis masa pakainya menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti tas dan sepatu ramah lingkungan. Inisiatif ini menjadi salah satu implementasi nyata prinsip ekonomi sirkular yang mengedepankan pemanfaatan kembali limbah operasional agar tidak berakhir sebagai sampah.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan keberlanjutan telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perusahaan.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan limbah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,"Kata Anik.

Menurut Anik, program daur ulang life jacket tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dan sebanyak 44 persen pengrajin yang terlibat dalam proses produksi merupakan perempuan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan anggota PKK.

Selain itu, produk hasil daur ulang memanfaatkan sekitar 71 persen material bekas life jacket. Sementara untuk satu pasang sepatu daur ulang, mampu memanfaatkan 227 gram limbah material, mencegah emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air hingga 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.

PELNI juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di berbagai daerah dalam pelaksanaan program penghijauan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan.

"Keberlanjutan bukan hanya menjadi komitmen perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami kepada generasi mendatang. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan nasional secara berkelanjutan,"ujar Anik.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, menegaskan bahwa semangat menjaga lingkungan harus menjadi budaya bersama, terutama bagi insan maritim yang setiap hari berinteraksi dengan laut sebagai ruang hidup dan jalur transportasi nasional.

"Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat kesadaran bahwa keberlanjutan lingkungan adalah investasi jangka panjang. Sebagai perusahaan pelayaran, PELNI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga laut dan lingkungan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang," kata Nurul Azhar.

Lebih lanjut, Nurul Azhar juga mengatakan pelabuhan dan kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem sehingga diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

"Kami di Cabang Bitung mendukung penuh seluruh program TJSL yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. Langkah penghijauan dan pengelolaan limbah ini bukan hanya simbolis, tetapi merupakan bagian dari gerakan nyata yang harus terus dijalankan secara berkelanjutan," ujarnya.

Nurul menambahkan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan berbagai program lingkungan yang dijalankan perusahaan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ketika perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, maka upaya menjaga bumi akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar,"tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa PELNI Bitung siap terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan pemerintah.

"Bitung merupakan kota maritim yang pertumbuhan ekonominya sangat bergantung pada kualitas lingkungan laut dan pesisir. Karena itu, menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan bersama demi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,"imbuhnya.

Melalui berbagai program tersebut, PELNI berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mengurangi limbah operasional, mendukung pengurangan emisi karbon, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. (*)

Tags

Berita Terkait