Inspirasi Generasi Z Membangun Kesejahteraan Sosial

Selasa, 04/07/2023 - 18:30
Muhammad Abyan

Muhammad Abyan

Oleh : Tsavirha Almara

Muhammad Abyan, Lulusan Sarjana Kesejahteraan Sosial dari Universitas Islam Negeri Jakarta, telah menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam mewujudkan perubahan positif di masyarakat. Melalui pengetahuannya, dia telah membangun kesejahteraan sosial dan mengadvokasi kebijakan inklusif yang berpihak pada masyarakat.

Dalam era modern ini, ilmu pengetahuan sosial menjadi pilar penting dalam memahami dan mengatasi isu-isu sosial yang berkembang. Dengan pendekatan ilmiah yang ketat, Abyan telah menunjukkan komitmen dan keahlian dalam mempelajari teori dan praktik terkait kesejahteraan sosial selama masa studinya. Disiplin ilmu pengetahuan sosial seperti sosiologi, psikologi, antropologi, dan ekonomi memberikan wawasan mendalam tentang dinamika sosial, interaksi manusia, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Melalui dedikasinya, Muhammad Abyan menjadi teladan bagi generasi muda yang ingin menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Ilmu Pengetahuan Sosial yang mengkaji tindakan, pikiran, dan perasaan manusia, serta dinamika interaksi dalam tatanan masyarakat, sering kali dianggap tidak penting dibandingkan dengan ilmu pasti (eksakta) yang dipandang lebih berguna oleh masyarakat. Namun, pandangan ini dapat dikritisi dengan pertanyaan sederhana yang diajukan oleh Abyan, "Bagaimana rasanya jika kamu tidak diakui sebagai anggota masyarakat? Bagaimana jika kamu dikucilkan dari lingkungan keluarga?" Analogi lain yang dapat kita pikirkan adalah perspektif agama. “Bayangkan jika kamu tidak diizinkan masuk ke masjid atau dianggap aneh hanya karena orangtua mu bukan muslim yang taat?”.

Pertanyaan-pertanyaan ini menggambarkan pentingnya ilmu sosial dalam mewujudkan pengakuan dan inklusi sosial bagi semua individu. Puncak dari pengamalan ilmu sosial adalah kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak dengan mengedepankan prinsip keadilan. Ilmu sosial memberikan landasan yang kuat untuk memahami kompleksitas manusia dan masyarakat, serta dampak dari interaksi sosial dan struktur kekuasaan.

Selama masa studinya, Muhammad Abyan telah mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami isu-isu sosial yang kompleks. Ilmu sosial, khususnya sosiologi, memiliki hubungan erat dengan pemahaman keteraturan sosial dan norma sosial dalam masyarakat. Setiap masyarakat memiliki norma sosial yang berperan dalam menciptakan keteraturan sosial di dalamnya. Namun, bentuk norma sosial dan keteraturan sosial dapat bervariasi antara satu daerah atau komunitas dengan daerah atau komunitas lainnya. Oleh karena itu, seorang Pekerja Sosial atau agen perubahan, termasuk tokoh masyarakat, perlu berusaha memahami norma sosial dan keteraturan sosial yang ada di daerah tertentu.

Pemahaman Abyan yang mendalam tentang peran Dinas Sosial sebagai penggerak sosial masyarakat memastikan keberfungsian sosial yang berkelanjutan. Namun, peran tersebut telah mengalami penurunan karena kurangnya pemangku jabatan yang mampu mengamalkan ilmu sosial dengan baik, serta keterbatasan inovasi dan kecepatan dalam bersaing dengan lembaga filantropi dan organisasi masyarakat. Stereotip masyarakat terhadap kontribusi finansial juga mempengaruhi peran Dinas Sosial, sehingga dinas tersebut perlu melakukan kolaborasi dengan individu dermawan dan memperluas peran lebih dari sekadar memberi bantuan finansial.

Fenomena viral seperti Citayam Fashion Week menunjukkan kurangnya respons enerjik dari Dinas Sosial, yang lebih fokus pada rehabilitasi individu daripada mengatasi masalah sosial secara holistik. Oleh karena itu, peran Dinas Sosial perlu ditingkatkan melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan peserta CFW untuk memberikan apresiasi dan arahan yang relevan, serta melibatkan pemangku kepentingan lainnya demi mencapai keberfungsian sosial yang berkelanjutan.

Dengan latar belakang pendidikan di bidang kesejahteraan sosial, Muhammad Abyan memahami bahwa Kesejahteraan sosial memperhatikan kebutuhan manusia dalam kondisi material, spiritual, dan sosial. Kemiskinan memiliki dampak konkret seperti kekurangan harta, pola makan yang tidak sehat, dan kondisi perumahan yang buruk, serta dampak abstrak seperti kelesuan mental, ketergantungan obat-obatan, kebodohan, dan keterbelakangan.

Untuk mengendalikan dampak kemiskinan, diperlukan pelayanan sosial yang melibatkan program, aksi, dan kegiatan nyata. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi warga miskin agar mereka bisa bertahan atau mencapai kehidupan yang lebih baik. Kesejahteraan sosial tidak hanya tentang kekayaan, tetapi juga keamanan dan pemenuhan kebutuhan yang mencukupi. Upaya meningkatkan kesejahteraan sosial membutuhkan kerja sama antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat melalui program-program yang efektif. Tujuan utamanya adalah menciptakan kondisi sosial yang adil dan berkelanjutan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kesejahteraan yang layak.

Pengalaman lapangan berharga yang dilakukan Muhammad Abyan adalah praktikum di salah satu rumah perlindungan sosial (RPS) yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Depok. Dalam praktikum ini, tugas Abyan adalah mendampingi Pekerja Sosial (Peksos) dalam menangani klien yang disebut sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang menjalani program pemulihan rehabilitasi sosial.

Program rehabilitasi sosial memiliki format dan tatanan komunikasi yang telah ditetapkan. Formatnya melibatkan pengungkapan identitas pribadi dan latar belakang sosial, keluarga, serta lingkungan klien. Setiap klien tinggal di RPS selama maksimal 2 minggu dan didampingi selama tinggal di sana. Setelah itu, ada terminasi yang dapat berakhir dengan dua kemungkinan. Pertama, klien kembali ke rumah atau keluarganya sendiri. Kedua, klien dipindahkan ke panti asuhan jika tidak memiliki anggota keluarga yang dapat merawatnya. Hal ini dilakukan setelah dilakukan observasi langsung dan penelusuran terhadap alamat yang diberikan oleh klien.

Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) diidentifikasi oleh Satpol PP dan kemudian dibawa ke RPS untuk mendapatkan bantuan dan perlindungan yang diperlukan. Namun, terminasi dari klien yang berada di RPS dapat berbeda-beda tergantung pada situasi dan kebutuhan masing-masing klien. Beberapa contoh terminasi program rehabilitasi sosial adalah untuk korban pemerkosaan, lansia terlantar, dan anak terlantar.

Dalam praktikum tersebut, Abyan telah terlihat berbagai terminasi program rehabilitasi sosial yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi klien yang berbeda. Melalui intervensi yang tepat dan pendampingan yang komprehensif, diharapkan klien dapat memperoleh pemulihan dan kesejahteraan sosial yang lebih baik.       

Selama membangun Kesejahteraan Sosial di Masyarakat, Kontribusi Muhammad Abyan sebagai seorang fasilitator dalam pemberdayaan sosial kelompok terlihat melalui partisipasinya dalam Kelompok Usaha Kreasi Remaja (UKR). UKR ini fokus pada budidaya ikan lele dan budidaya sayuran aquaponik yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menghasilkan pendapatan yang signifikan.Sebagai seorang fasilitator, peran Abyan adalah sebagai pelaksana perubahan sosial. Tujuannya adalah mendorong partisipasi anggota kelompok dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh komunitas atau kualitas kehidupan di area tempat tinggal mereka. Selanjutnya, Abyan mengarahkan minat dan aspirasi kelompok tersebut untuk diadvokasi menuju perubahan yang lebih baik.

Melalui kegiatan budidaya ikan lele dan sayuran aquaponik, UKR tidak hanya memberikan peluang ekonomi bagi anggota kelompok, tetapi juga berperan dalam mengatasi isu-isu sosial yang ada di sekitar mereka. Dengan pendekatan yang holistik, Abyan dan anggota UKR bekerja sama dalam membangun komunitas yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat sekitar. Dalam peran sebagai fasilitator, Abyan menggunakan pengetahuannya dan keterampilannya dalam ilmu sosial untuk mengidentifikasi masalah yang relevan dan merancang strategi perubahan yang efektif. Dengan pendekatan ini, UKR dapat menjadi contoh nyata bagaimana partisipasi aktif dan kerjasama komunitas dapat membawa perubahan positif dalam lingkungan sosial mereka.

Muhammad Abyan juga aktif dalam advokasi kebijakan sosial yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan menggunakan pengetahuannya tentang ilmu pengetahuan sosial, dia mampu mengartikulasikan isu-isu kesejahteraan sosial kepada pemangku kepentingan untuk memperjuangkan perubahan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Abyan adalah contoh inspiratif bagi para lulusan sarjana kesejahteraan sosial dan ilmu pengetahuan sosial secara umum. Melalui dedikasinya dalam menerapkan ilmu pengetahuan sosial dalam membangun kesejahteraan sosial, dia mengilhami generasi mendatang untuk terus berkontribusi dalam masyarakat. 

Harapannya adalah agar lebih banyak lulusan sarjana kesejahteraan sosial dapat terlibat dalam upaya memajukan kesejahteraan sosial dan membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Sebagai lulusan sarjana kesejahteraan sosial, Abyan menunjukkan dedikasi dan kontribusinya dalam membangun kesejahteraan sosial melalui penerapan ilmu pengetahuan sosial. Melalui penelitian, pembangunan program kesejahteraan sosial, dan advokasi kebijakan, dia berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperjuangkan perubahan sosial yang lebih baik. Inspirasi dan kontribusinya menjadi teladan bagi lulusan-lulusan kesejahteraan sosial di masa depan untuk terus berupaya membangun masyarakat yang sejahtera.

Tags

Berita Terkait