Luncurkan Buku 'Kisah Sukses Si Anak Desa', Haryono Suntik Motivasi Mandiri Generasi Muda

Selasa, 26/05/2026 - 13:34
Haryono saat memberikan pemaparan di sela-sela momentum peluncuran buku "Kisah Sukses Si Anak Desa", Minggu (24/5/2026) malam, bertempat di halaman kediamannya di kawasan Suruh, Tasikmadu, Karanganyar.

Haryono saat memberikan pemaparan di sela-sela momentum peluncuran buku "Kisah Sukses Si Anak Desa", Minggu (24/5/2026) malam, bertempat di halaman kediamannya di kawasan Suruh, Tasikmadu, Karanganyar.

Klikwarta.com, Karanganyar - Fondasi utama kemajuan sebuah bangsa sejatinya berakar dari keberagaman dan karakter kuat masyarakat di tingkat desa. Sukses bukanlah privilese eksklusif milik segelintir orang kaya atau kelompok yang mengklaim diri paling pintar, melainkan hak siapapun yang mau bergerak dan berikhtiar secara maksimal.

Prinsip hidup bertenaga itulah yang ditekankan oleh Haryono, seorang tokoh masyarakat saat meluncurkan buku biografinya yang bertajuk "Kisah Sukses Si Anak Desa". Buku setebal 151 halaman ini merangkum perjalanan hidup, refleksi, serta rangkaian motivasi yang ia sarikan dari pengalaman pribadinya.

Berbicara di sela-sela momentum peluncuran buku pada Minggu (24/5/2026) malam di halaman kediamannya, kawasan Suruh, Tasikmadu, Karanganyar, pria berusia 56 tahun ini membagikan potret pasang surut perjalanan hidupnya demi menginjeksikan semangat juang bagi generasi muda.

"Buku saya ini dipersembahkan untuk para orang tua agar bisa diteruskan kepada anak-anak mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa jika kita mau bergerak, takdir Yang Maha Kuasa pun pasti akan ikut bergerak," ujar Haryono dengan nada optimis.

Bagi Haryono, pencapaian pribadi tidak memiliki arti jika gagal membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Lewat goresan penanya, ia merumuskan etos kerja modern: bekerja optimal tanpa harus diperintah, jujur dan disiplin tanpa perlu diawasi, serta bertanggung jawab tanpa harus diminta.

Ia menegaskan pentingnya kemandirian sejak dini di dalam keluarga. Alih-alih menjadi beban bagi orang tua atau menuntut pemerintah di tengah situasi yang sulit, setiap individu dituntut untuk mampu menjadi pemecah masalah (problem solver).

"Seorang anak desa harus percaya bahwa dirinya mampu menjadi bagian dari solusi dan memberi kontribusi nyata bagi negara, bukan justru menjadi beban bagi bangsa," tegasnya.

Lebih lanjut, Haryono memaparkan bahwa karakter yang tangguh harus berdiri di atas fondasi nilai-nilai keagamaan yang kuat. Ada dua kunci utama yang ia soroti dalam membangun modal sosial masyarakat.

Pertama, sifat peduli dan ringan tangan. Menurutnya, kepedulian tidak melulu diukur dari materi atau kepemilikan harta, melainkan bisa diwujudkan melalui sumbangan tenaga serta ketulusan untuk selalu menolong sesama yang membutuhkan.

Kedua, berbuat baik tanpa pandang bulu. Menebar kebaikan harus dilakukan kepada siapa saja, termasuk kepada orang-orang yang berseberangan atau bahkan membenci kita.

Haryono berpesan agar masyarakat mengutamakan sikap suka menolong dan mengikis habis sifat pendendam.

"Bantulah seseorang, walaupun ia tidak membantu kita atau bahkan jika ia mengkhianati kita. Tetaplah kita bantu. Itulah karakter bangsa yang dicintai oleh Tuhan, karena Tuhan menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan," tambahnya.

Buku yang merangkum kontemplasi hidup lebih dari setengah abad ini ditulis dalam kurun waktu tiga tahun, dimulai sejak tahun 2023 hingga rampung pada awal tahun 2026. Menariknya, peluncuran karya literatur ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan berjalan beriringan dengan aksi sosial yang masif.

Sebagai implementasi konkret dari konsep "kemuliaan hidup", Haryono secara konsisten menggelar pengajian rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali. Kegiatan ini bertempat di Pendopo Adi Luhung miliknya, sebuah ruang publik yang ia didirikan khusus sebagai wadah edukasi moral, penguatan karakter, dan penanaman nilai-nilai luhur agar masyarakat dapat hidup mulia tanpa menjadi beban bagi sesama.

Melalui karya dan dedikasi sosialnya, Haryono berharap kesuksesan yang ia raih tidak berhenti di dirinya sendiri, melainkan mampu menjadi jembatan pembuka jalan bagi keberhasilan generasi muda dan masyarakat luas. (**) 

Berita Terkait