SMA Islam Athirah Bukit Baruga Perkuat Jaminan Mutu Lulusan Lewat Sertifikasi Al-Qur’an Bersama Ummi Foundation

Sabtu, 13/06/2026 - 18:12
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Perkuat Jaminan Mutu Lulusan Lewat Sertifikasi Al-Qur’an Bersama Ummi Foundation

SMA Islam Athirah Bukit Baruga Perkuat Jaminan Mutu Lulusan Lewat Sertifikasi Al-Qur’an Bersama Ummi Foundation

Klikwarta.com, Makassar - Di tengah semakin tingginya kebutuhan akan generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik tetapi juga mampu mengajarkannya, SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar mengambil langkah strategis melalui program Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi yang digelar di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhyaksa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/6/2026).

Program yang diikuti 53 siswa kelas XI tersebut bukan sekadar agenda tahunan sekolah. Lebih dari itu, sertifikasi ini menjadi bagian dari sistem jaminan mutu pendidikan yang dirancang untuk memastikan lulusan Athirah memiliki kompetensi Al-Qur’an yang terukur, terstandar, dan diakui secara resmi melalui Ummi Foundation.

Kegiatan dibuka oleh jajaran pimpinan Sekolah Islam Athirah, di antaranya Wakil Direktur SIA Mas Aman Uppi SPd MPd, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Dr Bakry MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Shandra Santika Nur P SPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Keagamaan Sabaruddin Lc, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan IT Haerul Tamimin SPd, serta dihadiri wali kelas, guru Al-Qur’an, dan para peserta sertifikasi.

Sertifikasi Al-Qur’an Jadi Standar Mutu Lulusan Athirah

Wakil Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bidang Kurikulum, Shandra Santika Nur P SPd, menegaskan bahwa program sertifikasi Al-Qur’an kini telah menjadi salah satu indikator kualitas lulusan sekolah.

Menurutnya, sekolah tidak ingin kemampuan membaca Al-Qur’an siswa hanya diukur secara internal. Karena itu, Athirah menggandeng Ummi Foundation sebagai lembaga yang memiliki standar sertifikasi nasional dalam pembelajaran Al-Qur’an.

"Program ini merupakan bagian dari jaminan mutu sekolah. Kami ingin memastikan bahwa siswa yang lulus dari Athirah memiliki kemampuan tahsin yang tersertifikasi dan mendapatkan pengakuan resmi," ujarnya.

Program sertifikasi tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan terus mengalami pengembangan, baik dari sisi standar kompetensi maupun sistem pelaksanaannya.

Tahun ini bahkan menjadi momentum peningkatan kualitas karena standar kelulusan dan grade peserta dinaikkan dibanding tahun sebelumnya.

"Kami mendengar langsung dari tim Ummi Foundation bahwa grade peserta tahun ini ditingkatkan. Artinya standar yang harus dicapai siswa juga lebih tinggi," kata Shandra.

Bukan Sekadar Lulus Sertifikasi, Siswa Harus Mengajar

Salah satu hal yang membedakan sertifikasi tahun ini adalah adanya kewajiban magang bagi peserta yang dinyatakan lulus.

Jika selama ini sertifikasi sering dipandang hanya sebagai bukti kompetensi di atas kertas, SMA Islam Athirah Bukit Baruga ingin memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar dipraktikkan.

Karena itu, siswa yang lulus diwajibkan menjalani masa magang sebelum sertifikat resmi diberikan.

Mereka akan diberi kesempatan menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya atau mengajar adik kelas sebagai bentuk pengabdian dan implementasi ilmu yang telah dipelajari.

"Anak-anak tidak hanya mengikuti kegiatan selama tiga hari lalu selesai begitu saja. Mereka harus membuktikan kemampuan yang dimiliki melalui program magang sebelum menerima sertifikat," jelas Shandra.

Program ini juga merupakan bagian dari ketentuan Ummi Foundation yang mendorong peserta sertifikasi untuk memiliki pengalaman mengajar secara langsung.

Sekolah bahkan tengah merancang agar para siswa yang telah tersertifikasi dapat berperan sebagai Teaching Assistant bagi guru Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Dengan cara itu, sertifikasi tidak hanya menghasilkan siswa yang pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi agen pembelajaran bagi lingkungan sekitarnya.

Sertifikasi Dimajukan ke Kelas XI, Ini Alasannya

Pelaksanaan sertifikasi tahun ini juga mengalami perubahan strategi.

Jika sebelumnya program lebih banyak dilaksanakan saat siswa berada di kelas XII, kini Athirah memajukannya ke kelas XI. Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Pihak sekolah melihat bahwa agenda siswa kelas XII semakin padat, mulai dari persiapan masuk perguruan tinggi negeri, Tes Kompetensi Akademik (TKA), workshop proyek akhir, hingga berbagai program penunjang kelulusan.

"Kami ingin siswa fokus menghadapi berbagai agenda penting di kelas XII. Karena itu sertifikasi kami percepat ke kelas XI agar prosesnya lebih optimal," ujar Shandra.

Selain mengurangi beban akademik siswa, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta yang berhasil meraih sertifikasi setiap tahunnya.

Sekolah juga berencana membuka batch kedua pada September atau Oktober mendatang untuk memberikan kesempatan kepada siswa lain yang belum memenuhi standar kelulusan.

Athirah memastikan program ini tidak menutup peluang bagi siswa yang belum berhasil pada tahap pertama.

Peserta yang belum memenuhi standar masih memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi pada batch berikutnya.

Namun mereka harus menjalani proses pembinaan sesuai ketentuan Ummi Foundation, termasuk mengikuti karantina dan tes ulang kompetensi.

Menurut pihak sekolah, sistem ini penting untuk memastikan setiap peserta yang memperoleh sertifikat benar-benar memiliki kualitas yang sesuai standar.

"Kami ingin sertifikasi ini memiliki makna dan kualitas. Karena itu proses pembinaan tetap dilakukan bagi siswa yang belum lolos," kata Shandra.

Bangun Kepercayaan Diri dan Legalitas Mengajar Al-Qur’an

Sementara itu, Ketua Panitia Sertifikasi, Darwis SE MM, menjelaskan bahwa manfaat program ini tidak hanya terletak pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Lebih jauh, sertifikasi memberikan pengakuan resmi atau legalitas bahwa siswa memiliki kompetensi untuk mengajarkan Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi.

"Melalui sertifikasi ini anak-anak memperoleh pengakuan bahwa mereka memiliki kemampuan mengajar Al-Qur’an. Ini sangat penting untuk membangun kepercayaan diri mereka," ujarnya.

Darwis menilai banyak siswa yang sebenarnya memiliki kemampuan baik dalam bidang Al-Qur’an, namun belum percaya diri untuk tampil sebagai pengajar.

Karena itu, sertifikasi menjadi instrumen yang dapat memperkuat keyakinan diri sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik mereka.

Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman bahwa mengajar Al-Qur’an tidak hanya soal membaca ayat dengan benar, tetapi juga memahami metode pembelajaran yang efektif.

Dalam hal ini, Metode Ummi menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk memastikan proses belajar Al-Qur’an berlangsung sistematis, terukur, dan mudah dipahami.

Mencetak Generasi Qurani yang Berdampak

Di balik program sertifikasi tersebut, SMA Islam Athirah Bukit Baruga sebenarnya sedang membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan.

Sekolah tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga generasi yang siap menebarkan manfaat melalui pengajaran dan pendampingan kepada orang lain.

Model sertifikasi yang dipadukan dengan magang, pengabdian, serta praktik mengajar menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti pada aspek kognitif semata, melainkan juga menumbuhkan karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi ilmu.

Dengan meningkatnya kualitas peserta dari tahun ke tahun, SMA Islam Athirah Bukit Baruga Makassar optimistis program ini akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak generasi Qurani yang unggul, berkompeten, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (**) 

Tags

Berita Terkait