Pemprov Jatim Diminta Maksimalkan Konsep wisata Religi Terpadu

Senin, 28/11/2022 - 21:55
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih

Klikwarta.com, Jatim - Pemerintah Provinsi diminta untuk semakin memasifkan pengembangan wisata religi yang yang ada di Jatim. Khususnya di wilayah Surabaya dan Pantura Gresik, Lamongan dan Tuban.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih menilai makam religi seperti halnya Makam Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat dan Sunan Bonang memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan bila dikelola dengan maksimal. Mengingat potensi ini masih belum tergarap dengan maksimal. 

Konsep wisata religi terpadu menjadi salah satu konsep Gubernur Khofifah belum diwujudkan dengan nyata. 

"Iya ini memang belum maksimal. Konsep wisata religi terpadu yang menjadi program Bu Gubernur belum dilaksanakan secara maksimal. Ini yang patut kita sayangkan. Padahal ini potensi ekonomi dari sektor wisata yang menjanjikan," kata Gus Iwan sapaan akrab Ahmad Iwan Zunaih, Senin 28 November 2022.

Menurut Gus Iwan, banyak situs wisata religi di kawasan pantura ini yang masih belum maksimal untuk di eksplor sebagai situs wisata religi. Padahal jika potensi ini dimaksimalkan akan menjadi wisata religi yang cukup menjanjikan bagi Jatim.

"Seperti di Makam Sunan Drajat, banyak situs-situs lain yang juga memiliki nilai sejarah namun belum tergarap dengan baik. Ini cukup disayangakan, padahal memiliki nilai ekonomis kalau dimaksimalkan," katanya.

Politisi asal Partai NasDem itu menyebut, kalau dimaksimalkan akan memiliki hubungan antara situs wisata religi dengan wisata lainnya. Dengan begitu akan memiliki nilai sejarah tinggi.

Gus Iwan mengaku persoalan ini belum maksimal dikarenakan terbentur anggaran. Untuk itu, pihaknya meminta agar gubernur memperhatikan hal ini dengan mengalokasikan anggaran dan memaksimalkan potensi wisata relegi. Khususnya yang ada di wilayah Pantura.

Selama ini Dinas Pariwisata sudah melakukan beberapa kali studi. Namun hanya sebatas sosialisasi tidak pada kegiatan kongkrit untuk mengangkat potensi wisata religi tersebut.

"Keterbatasan anggaran yang menjadi kendala. Kedepan harus ada anggaran yang dialokasikan sehingga benar benar maksimal dalam mengangkat situs yang ada menjadi wisata relegi yang menjanjikan untuk peningkatan ekonomi," tegasnya.

Politisi yang juga keluarga besar Sunan Drajat ini menegaskan, bila situs yang ada di kawasan pantura di maksimalkan menjadi wisata religi terpadu, maka akan membawa dampak positif perekonomian.

"Selama ini dampak ekonmi besar hanya dirasakan di Makan Sunan Ampel. Bila wisata religi terpadu di kawasan pantura di kerjakan maksimal, kedepan ekonomi meningkat secara merata di semua wisata religi yang ada di kawasan Surabaya dan pantura (Gresik, Lamongan dan Tuban)," pungkasnya. (adv)

Berita Terkait