Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henri Novika Chandra,S.I.K,.M.H
Klikwarta.com, NTT - Tradisi penyulingan nira menjadi sopi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bukan lagi identik dengan praktik ilegal dan masalah sosial. Berkat sinergi antara kearifan lokal, kebijakan pemerintah, dan pendampingan aktif dari Polda NTT, sopi bertransformasi menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.
Hal ini disampaikan oleh Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henri Novika Chandra, S.I.K,.M.H, dalam keterangan tertulis yang diterima Klikwarta.Com.
Pergub NTT No. 44/2019: Landasan Hukum Transformasi
Kombes Pol Henri Novika Chandra menjelaskan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) NTT No. 44 Tahun 2019 menjadi landasan hukum bagi pengelolaan minuman tradisional secara legal dan bertanggung jawab. Regulasi ini bertujuan untuk melestarikan tradisi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mencegah dampak negatif dari produksi dan konsumsi sopi ilegal.
"Pergub ini bukan untuk mematikan tradisi, tapi untuk menata dan mengoptimalkan potensi ekonomi dari sopi," ujar Kombes Pol Henri Novika Chandra.
Bhabinkamtibmas Garda Depan Pemberdayaan Masyarakat
Polda NTT menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai garda depan dalam pemberdayaan masyarakat di desa-desa penghasil sopi. Melalui pendekatan humanis dan dialog yang konstruktif, Bhabinkamtibmas menjembatani antara hukum dan kebutuhan masyarakat, memberikan pendampingan teknis, serta membantu pemasaran produk lokal.
Desa Benu: Bukti Nyata Transformasi Berhasil
Kombes Pol Henri Novika Chandra mencontohkan keberhasilan transformasi di Desa Benu, Kecamatan Takari, yang dulunya dikenal sebagai sentra produksi sopi ilegal. Berkat kerja keras Bripka Gede Suta, Bhabinkamtibmas Desa Benu, masyarakat kini beralih memproduksi gula merah dan Sopiah, produk sopi murni berstandar tinggi yang telah mengantongi izin resmi.
"Masyarakat Desa Benu kini merasakan manfaat nyata dari legalisasi sopi. Mereka tidak lagi hidup dalam ketakutan, tapi justru bangga dengan produk lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi," jelas Kombes Pol Henri Novika Chandra.
Polda NTT Terus Dukung Pengembangan Potensi Lokal
Polda NTT berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi lokal di seluruh wilayah NTT, termasuk potensi ekonomi dari minuman tradisional.
"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegas Kombes Pol Henri Novika Chandra.
Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat, Polda NTT berharap agar semakin banyak desa di NTT yang dapat mencontoh keberhasilan Desa Benu, sehingga sopi tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai berkah yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pewarta : Kordian








