Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kanan) meninjau salah satu stan seusai pembukaan Festival Seni & Bazaar Mitra Seni (MSI) 2026 di Graha Jalapuspita, Jakarta, Selasa (21/7/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut baik Festival Seni & Bazaar Mitra Seni Indonesia (MSI) 2026 yang mengoptimalkan potensi seni budaya sebagai identitas bangsa sekaligus penggerak ekonomi kreatif. Menteri Ekraf menilai festival ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman budaya Nusantara.
"Saya senang melihat tema festival tahun ini yaitu ‘Seni Budaya Bertemu Ekonomi’, Tema ini menggambarkan bahwa budaya bukan hanya warisan yang kita jaga, tetapi juga sumber kreativitas yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan membuka peluang bagi masyarakat. Saya sangat berterima kasih kepada panitia, seniman, dan pengunjung yang aktif mendukung ekosistem ekonomi kreatif dengan membeli produk lokal,” ujar Teuku Riefky di Graha Jalapuspita, Jakarta, pada Selasa (21/7).
Festival tahunan yang telah menginjak tahun keempat ini mengajak masyarakat menikmati ragam seni budaya Nusantara sekaligus menyaksikan transformasi subsektor seni pertunjukan, kriya, fesyen, kuliner, dan musik menjadi produk kreatif berdaya saing global. Selama tiga hari yaitu 21–23 Juli 2026, acara bertajuk 'Rampak Melayu' ini menghadirkan peragaan busana, musik tradisional, pertunjukan tari, bincang budaya, hingga pameran yang melibatkan sedikitnya 90 stan pegiat Ekraf. Acara ini menargetkan jangkauan promosi hingga 50.000 orang dengan estimasi 1.000–1.500 pengunjung.
"Inilah semangat yang terus kami dorong di Kementerian Ekonomi Kreatif. Kami mendapat mandat oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk meningkatkan investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. Karena itu, kami terus memperkuat ekosistem kreatif melalui peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual, digitalisasi, dan perluasan pasar," kata Teuku Riefky menegaskan.
Teuku Riefky juga menekankan bahwa pengembangan potensi ekonomi kreatif membutuhkan implementasi kolaborasi heksaheliks yang inklusif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat. Sinergi ini krusial untuk melahirkan karya anak bangsa yang kompetitif di kancah domestik maupun internasional.
"Festival Seni dan Budaya MSI ini merupakan kegiatan yang diagendakan secara rutin untuk membuka ruang ekspresi kepada pelatihan yang ada di bawah MSI agar terus berkarya dan mengembangkan bakatnya. Selain itu kami juga mengajak pegiat Ekraf serta berbagai komunitas, termasuk komunitas anak-anak berkebutuhan khusus yang mempunyai bakat seni untuk bergabung meramaikan festival ini," ujar Ketua Dewan Pengawas MSI Sri Harmoko.
Penyelenggaraan Festival MSI 2026 terasa makin momentum bertepatan dengan peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta, Hari Anak Nasional, dan Hari Kebaya Nasional. Kementerian Ekraf berharap wadah kolaboratif seperti ini dapat terus konsisten melahirkan karya inovatif dan mengukuhkan ekonomi kreatif sebagai _The New Engine of Growth_ bagi perekonomian Indonesia.
Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam pembukaan tersebut yakni Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, serta Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar. (**)









