Ganjar Dampingi Jokowi Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional

Senin, 21/11/2022 - 10:18
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangannya kepada awak media di Pasar Colomadu, Provinsi Jawa Tengah, Senin, 21 November 2022
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangannya kepada awak media di Pasar Colomadu, Provinsi Jawa Tengah, Senin, 21 November 2022

Klikwarta.com, Karanganyar – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo, dalam mengecek harga bahan pokok di Pasar Malang Jiwan, Colomadu, Karanganyar. Hal itu sebagai salah satu upaya pencegahan inflasi menjelang akhir tahun. Senin (21/11/2022).

Jokowi datang di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB, disambut Ganjar di depan pasar. Kemudian mereka berkeliling dan menyapa para pedagang, sekaligus mengecek harga-harga bahan pokok.

“Beberapa komoditas tadi stabil ya. Pak Presiden ingin meyakinkan saja apa yang terjadi di pasar-pasar, khususnya pasar tradisional seperti ini,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo.

.

Dia mengakui, ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Namun, sebagian besar relatif turun.

“Mudah-mudahan bisa semakin terkendali. Tadi kedelai yang agak tinggi, tapi relatif yang lain sudah turun,” lanjutnya.

Menurutnya, aktivitas Presiden Jokowi turun ke lapangan dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok. Utamanya terkait dengan pangan dalam konteks pencegahan inflasi.

.

“Ini bagian dari aktivitas Pak Presiden dalam menjaga kenaikan harga, khususnya tetkait dengan pangan. Ini konteks pencegahan inflasi juga,” tegasnya.

Sementara, Presiden Jokowi menuturkan, pengecekan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional, untuk memastikan kondisi menjelang akhir tahun.

“Ini kan akhir tahun, kita mengecek harga-harga barang di pasar karena kondisi setiap provinsi berbeda-beda. Kemarin saya cek di Bali, ternyata berbeda dengan yang ada di provinsi yang lain. Nah, ini kita cek di Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

.

Di Pasar Colomadu, imbuh Presiden, ditemukan kenaikan harga komoditas minyak goreng Rp2.000 per liter. Selain itu, tempe juga naik karena bahan baku kedelai saat ini Rp15 ribu per kilogram.

“Saya melihat harga tadi yang naik, minyak. kaget juga tadi naik Rp2.000. Terus tempe juga naik karena memang kedelainya naik Rp15 ribu. Itu fakta di lapangan yang kita temukan, dan nanti akan dicarikan solusinya,” tandasnya.

(Kontributor : Arif)

Related News