Nisam Antara Butuh Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Jalan

Jumat, 22/11/2019 - 10:09
Kondisi jalan Nisam Antara

Kondisi jalan Nisam Antara

Klikwarta.com, Banda Aceh - Nisam Antara merupakan daerah paling ujung barat kabupaten Aceh Utara berbatasan kabupaten Bener Meriah yang tersimpan segudang cerita dimasa konflik hingga perdamaian terjadi.

Namun, banyak akses jalan penghubung kecamatan Nisam Antara belum tersentuh aspal. Bahkan saat hujan sepanjang jalan menjadi kubang kerbau ditengah jalan, padahal jalan tersebut sering digunakan masyarakat setiap hari dalam mencari rezeki dari pengajar, pedagang dan petani.

Hal tersebut sangat dikeluhkan masyarakat setempat. Kehadiran Outsus diharapkan masyarakat dapat terealisasi dengan baik dibidang infrastruktur.

Pantauan dilapangan, masyarakat Nisam Antara sangat mengeluh saat melintas di jalan tersebut karena belum ada tersentuh aspal sama sekali. Sebagian jalan kecamatan Nisam Antara masih batuan campuran tanah, disaat hujan turun masyarakat susah melintas jalan tersebut bahkan ada yang jatuh korban.

Musliadi warga Nisam Antara mangatakan, banyak jalan penghubung kecamatan belum tersentuh aspal. "Disaat hujan kami susah akses menjelankan aktivitas sahari-hari, kerena jalan tersebut sudah menjadi kubang kerbau ditengan badan jalan terbenang air bahkan jalan tersebut menjadi licin akibat batu sudah bercampuran tanah sehingga kendaraan susah melintas", kata Musliadi, Kamis (21/11/2019).

Musiadi, menambahkan jalan tersebut sering digunakan para pencari kebutuhan hidup dari pengajar, petani dan pedagang.

"Ya, kami sangat mengharapkan pada pemkab setempat dan pemerintah Aceh segera dibangun aspal, seharusnya pemerintah serius peduli nisam antara karena banyak tersimpan cerita pahit dimasa konflik", ucap Musliadi.

Salah satu pengajar Nisam Antara Suryani, mengukui banyak jalan utama kecamatan nisam Antara belum tersentuh aspal, saat melaksanakan tugas sangat mengaluh melintas jalan tersebut merasa tidak nyaman, apalagi musim hujan susah melintas, terkadang kedaraan roda dua ada yang jatuh akibat jalan licin bercampuran dengan lumpur.

"Ironisnya, sekian tahun jalan tersebut pasca konflik hingga 13 Tahun perdamaian balum ada tanda-tanda dibangun Aspal", ucap suryani.

"Kami sangat mengharapkan pada Pemerintah Aceh dan Pemkab setempat membangun aspal jalan tersebut, agar para petani, pedagang dan pengajar mudah melintas dengan nyaman tidak menjadi beban hidup bagi kami", tutup Suryani. (AZ)

Tags

Berita Terkait