Lokasi proyek yang bersampingan dengan rumah warga
Bitung, Klikwarta.com - Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) DPD Kota Bitung meminta pihak PT.PP untuk secepatnya membuat tanggul penahan banjir di wilayah RT 11, lingkungan 3 kelurahan Paceda Kecamatan Madidir.
Sebelumnya masyarakat RT 11, lingkungan 3 kelurahan Paceda Kecamatan Madidir, telah melakukan pertemuan dengan pihak PT.PP Pada Jumat 5 Juni 2020 yang juga dihadiri langsung oleh TIM JPKP Bitung untuk mencari solusi bersama, dimana Masyarakat meminta kepada Pimpinan PP Induk Proyek jalan tol bitung-minut, agar supaya membuat Tanggul Penahan timbunan tanah Tol, karena masyarakat menyampaikan adanya ketakutan dan kekuatiran bila hujan terus mengalir maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya longsor susulan dari timbunan tanah pekerjaan proyek jalan tol bitung-minut dan sementara menurut pengakuan masyarakat pada saat ini tanah timbunan proyek jalan tol, sudah terjadinya Longsor akibat hujan deras dan sampai masuk ke pemukiman masyarakat
"Kami masyarakat sangatlah takut jika hujan deras tiba apalagi dimalam hari, karena sudah beberapa kali terjadi banjir dan longsor jika hujan deras turun, dan kamipun berharap dan bermohon kepada pihak terkait agar tanggul penahan banjir dan longsor segera dibuat agar supaya kami masyarakat tenang dan merasa aman dari ketakutan akan terjadinya banjir dan longsor",Tutur Honi masyarakat Paceda yang terdampak.

(Wakil ketua JPKP DPD Bitung memakai baju biru saat melakukan mediasi warga dengan pihak PT .PP)
Terkait hal tersebut Wakil ketua JPKP DPD Kota Bitung Richaed Mamuntu, angkat Bicara Meminta agar Pihak PP harus bertanggung jawab dan segera membuat tanggul penahan banjir dan longsor diwilayah tempat pengaduan masyarakat
"Kami JPKP DPD Bitung tidak akan tinggal diam, dan akan terus berjuang bersama masyarakat, apalagi menyangkut aspirasi keamanan dan kenyamanan masyarakat, untuk itu meminta dengan tegas kepada Pihak PT.PP agar segera dibuatkan Tanggul Penahanan banjir dan longsor apalagi tempat tanah timbunannya hanya berbatasan dinding dengan rumah warga,jika dibiarkan seperti ini sangatlah berbahaya, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, jangan nanti ada korban jiwa barulah menjadi pusat perhatian, mencegah lebih baik dari pada mengobati," Tegas Mamuntu.
Mamuntu juga mengatakan bahwa hal ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah dalam hal ini camat Madidir
"kami menerima langsung pengaduan aspirasi masyarakat kepada JPKP, dan kamipun melalui JPKP DPC Madidir sudah berkolaborasi memberitahukan kepada Pemerintah Kecamatan Madidir, dan Camat Madidir sangat bersyukur dan berterima kasih atas informasi ini,bahwa pihak pemerintah kecamatan Madidir juga telah menyurat kepada pihak PT.PP agar segera menerima dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat,"kata mamuntut
Selanjutnya kami JPKP akan terus mengawal dan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat ini, dengan mendesak dengan tegas agar Pihak PT.PP segera membuat tanggul penahan banjir dan longsor, semua ini murni karena kepedulian dan keterpanggilan untuk berjuang bersama memperjuangkan kepentingan aspirasi masyarakat,Tambahnya.
(Pewarta : Laode)








