Aksi damai APPM
Klikwarta.com - Puluhan pemuda dari Aliansi Pemuda Peduli Maritim (APPM) menggelar aksi damai di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, Rabu (11/4/2018). Aksi tersebut menyerukan dukungan kepada Plt Gubernur Bengkulu agar memediasi perselisihan antar nelayan tradisional dan nelayan Trawl secepatnya.
Massa juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperhatikan nasib nelayan yakni terkait alat tangkap ikan agar secepatnya direalisasikan. Selain itu, APPM menyerukan agar masyarakat nelayan bergandengan tangan sesama nelayan dengan mengabaikan perselisihan, menjauhi perseteruan dan tetap fokus melaut.
Korlap aksi Goang Ginaldi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap konflik yang terjadi antara nelayan tradisional dan nelayan Trawl. Sebab, konflik yang terjadi antara keduanya selama ini menyita energi pemerintah.
Menurut Goang, selama konflik terjadi berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak terkait untuk meredam dan mencari solusi terbaik, namun selalu saja muncul polemik lanjutan. Dengan demikian, Goang berharap ada solusi jitu dari pemerintah agar tidak timbul masalah dikemudian hari.
"Sudah beberapa kali pertemuan, tercapai sepakat namun masih timbul polemik lagi, tentu pemerintah harus menemukan solusi jitu mengatasinya, jika tidak ini akan menjadi bola panas, kasihan melayan yang menjadi korban," kata Goang.
Goang menambahkan perlu solusi jitu yang komprehensif dan berkesinambungan terhadap nelayan. "Secepatnya pemerintah merealisasikan alat tangkap ikan yang sesuai dengan kebutuhan nelayan Bengkulu, ini akan mengurangi beban pemerintah, selain itu, dengan cepatnya realisasi maka konflik akan dapat mereda. Kami melihat dari beberapa kali dibuat kesepakatan masih ada polemik lanjutan, misalnya setelah adanya kebijakan bantaun beras dari Pemprov, masih ada nelayan yang tertangkap menggunakan Trawl, ini tentu tidak diharapkan, pemerintah harus bijak bahwa nelayan tidak cukup hidup dengan beras saja, untuk itu segera realisasikan alat tangkap dan mediasi lanjutan," jelas Goang. (Ferdi)








