Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto (foto: Faisal NR / dok. Klikwarta.com)
Klikwarta.com | Kabupaten Blitar - Ketua Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto menyebut proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) kabupaten Blitar tahun 2020 masih untuk menangani wabah dan dampak pandemi Covid-19.
Itu dikatakannya setelah mengikuti agenda penyampaian Bupati Blitar di forum rapat paripurna perihal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD-P 2020.
Pemfokusan penanganan wabah dan dampak Korona menjadi krusial, menyusul besaran pendapatan daerah yang terproyeksi menurun.
Dikatakan dia, nilai penurunan pendapatan itu sebesar 6,8 persen atau Rp 100 Milyar lebih terhadap APBD induk.
"Jadi fokusnya masih tetep untuk penanganan Covid-19. Sehingga BTT (belanja tidak terduga) yang ditaroh di belanja tidak terduga itu kemudian ditambah perkiraan penurunan pendapatan, sehingga belanja ikut turun. Tidak kecuali padat karya, jaring pengaman sosial ataupun UMKM," jelas Suwito kepada pewarta Klikwarta.com, Selasa (18/08/2020).
Diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menggelar rapat paripurna beragenda Penyampaian Penjelasan Bupati Blitar Terhadap Raperda Tentang APBD Perubahan tahun 2020.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto didampingi para wakil ketua, serta dihadiri Bupati Blitar Rijanto, Sekda Pemkab Blitar Totok Subihandono, pejabat terkait di lingkungan Pemkab Blitar, segenap anggota dewan dan para kepala OPD Pemkab Blitar melalui jaringan virtual.
(Pewarta : Faisal NR / Adv)








