Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi WDCC dan Suwe Ora Jamu untuk Perkuat Gaya Hidup Global

Rabu, 20/05/2026 - 21:00
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi World Dance Crew Championships (WDCC) bersama Suwe Ora Jamu, Jakarta, Rabu (20/5/2026)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi World Dance Crew Championships (WDCC) bersama Suwe Ora Jamu, Jakarta, Rabu (20/5/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kolaborasi pengembangan wellness berbasis budaya kreatif melalui kompetisi street dance internasional saat menerima audiensi World Dance Crew Championships (WDCC) bersama Suwe Ora Jamu. Wamen Ekraf turut menyoroti perubahan pola interaksi generasi muda global yang semakin dekat dengan platform berbasis komunitas dan budaya populer 

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat kuat, mulai dari musik daerah, tarian tradisional, hingga wellness berbasis jamu yang semuanya punya potensi untuk menjadi bagian dari gaya hidup global. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada audiens dunia, khususnya generasi muda,” ujar Wamen Ekraf dalam audiensi di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (20/5).

Wamen Ekraf menyebut kekayaan musik, tari, dan wellness tradisional dapat dikemas melalui pendekatan modern agar mampu memperluas eksposur budaya Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, kolaborasi lintas subsektor kreatif menjadi peluang untuk menghadirkan identitas Indonesia melalui pendekatan yang lebih relevan dan adaptif. 

“Anak muda sekarang terhubung lewat musik, dance, game, dan komunitas kreatif. Karena itu, budaya Indonesia perlu hadir dalam ruang-ruang kreatif yang dekat dengan keseharian mereka agar lebih mudah dikenal secara global,” kata Wamen Ekraf.

WDCC merupakan platform kompetisi street dance internasional yang memiliki visi menjadi badan pengatur global tari hip hop setara organisasi olahraga dunia. Pada 2025, kejuaraan dunia perdananya di Selandia Baru berhasil melibatkan lebih dari 90 kru tari dan menarik lebih dari 17 ribu penonton secara langsung.

Director WDCC, Julian Grimmond, juga menyampaikan ketertarikannya menjadikan Indonesia sebagai bagian dari pengembangan jaringan kompetisi di kawasan Asia. Indonesia dinilai memiliki komunitas kreatif yang aktif serta potensi besar untuk penyelenggaraan kualifikasi regional maupun kejuaraan internasional pada masa mendatang.

“Kami melihat Indonesia memiliki energi kreatif yang luar biasa. Budaya, komunitas muda, dan semangat kolaborasinya sangat kuat. Kami percaya Indonesia dapat menjadi salah satu pusat perkembangan street dance dan budaya kreatif dunia di masa depan,” ujar Julian Grimmond.

Sementara itu, Founder Suwe Ora Jamu, Nova Dewi, memaparkan upayanya mengembangkan jamu sebagai bagian dari gerakan wellness modern yang terhubung dengan industri kreatif global. Melalui inovasi produk, pendekatan komunitas, dan kolaborasi lintas sektor, Suwe Ora Jamu terus memperluas pasar jamu Indonesia hingga ke Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

“Kami percaya jamu bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari movement yang menghubungkan kesehatan, kebahagiaan, dan kreativitas. Karena itu kami terus membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas dan platform global agar jamu Indonesia semakin dikenal dunia,” ujar Nova Dewi.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal penjajakan sinergi antara sektor wellness, budaya populer, dan industri kreatif internasional. Kolaborasi itu diharapkan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif nasional melalui jejaring kreatif global yang melibatkan generasi muda dan komunitas lintas negara.

Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam audiensi tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu. (**)

Berita Terkait