Pemerintah Salurkan KUR 1.000 UMKM Ekraf di Bali, Dorong Tercipta Lapangan Kerja

Rabu, 13/05/2026 - 23:31
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya

Klikwarta.com, Bali, 13 Mei 2026 - Pemerintah secara resmi melaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 1.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Ekonomi Kreatif dalam rangkaian kegiatan UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali. Program ini menjadi langkah konkret dalam optimalisasi pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan, perluasan akses pembiayaan sektor ekonomi kreatif, serta percepatan peningkatan rasio kewirausahaan nasional.

"Riset sebagai salah satu pintu agar kemajuannya bisa lebih cepat dari yang kita rencanakan. Kita ingin ekosistem ekonomi yang menumbuhkembangkan UMKM dan ekonomi kreatif di Bali ini terus kita perbanyak dan menjadi contoh di seluruh provinsi-provinsi di Tanah Air kita," Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar di Universitas Udayana, Rabu (13/5).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan ruang temu bagi inkubator usaha berbasis teknologi dan komoditas, guna memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan industri. Menko PM turut menekankan bahwa program ini diharapkan mendorong UMKM Ekraf Bali semakin bangkit dan naik kelas. 

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan ekonomi kreatif dan UMKM memiliki peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi rakyat serta menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat strategis.

"Hari ini terdapat sekitar 1.000 penerima pembayaran KUR UMKM dan EKRAF dengan subsektor terbesar dari kuliner, _fashion_ dan kriya. Dari kreativitas budaya ada subsektor kuliner, kriya, _fashion_, seni rupa, seni pertunjukan atau sekitar 13 dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang menandatangani akad surat pada hari ini," kata Menteri Ekraf.

.

Akad massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif ini merupakan bentuk nyata implementasi MoU antara Kementerian Ekraf bersama Kementerian UMKM, dan percepatan peningkatan rasio kewirausahaan harapannya akan tercipta lapangan lapangan kerja berkualitas. Menteri Ekraf menjelaskan Provinsi Bali merupakan satu dari 15 wilayah prioritas ekraf berdasarkan RPJMN, untuk itu, perlu kolaborasi dengan _hexahelix_ dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Kegiatan hari inilah bagian dari mendukung UMKM untuk _Go National_ bahkan satu saat _Go Global_. Dengan harapan, bagaimana IP Bali ini _go national_ dan akhirnya akan mendunia," tambahnya.

Total penerima dalam acara ini, sebanyak 239 pelaku ekonomi kreatif memperoleh akses KUR yang terbagi dalam tiga kategori, yakni KUR super mikro, KUR mikro sebesar Rp 10 juta hingga Rp 100 juta, serta KUR kecil di atas Rp 100 juta total keseluruhan sebesar Rp 37,99 miliar.

Perkembangan pembiayaan KUR sejak 1 Januari sampai 11 Mei tahun 2026 telah mencapai Rp102,8 triliun dan menjangkau Rp1,6 juta debitur UMKM. Dengan pembiayaan sektor ekonomi produksi mencapai 63,2% menuju ke 65% diantaranya penyaluran tersebut sebesar 8,9 triliun atau 8,9% itu tersalur kepada sektor ekonomi kreatif. 

Di Provinsi Bali penyaluran KUR tahun 2026 telah mencapai 4,1 triliun yang menjangkau 49,8 ribu debitur UMKM penyaluran pada ekonomi kreatif mencapai 597 miliar. Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurahman, dalam kesempatan tersebut meluncurkan aplikasi Sapa UMKM sebagai sistem pelayanan satu pintu terhadap usaha mikro kecil dan menengah kita di seluruh Indonesia.

"Sistem ini adalah sistem yang dilakukan diarahkan didorong oleh pemerintah daerah kepemimpinan Pak Prabowo untuk memberikan pelayanan kemudahan kepada seluruh usaha mikro kecil dan menengah di tanah air," jelas Menteri UMKM.

Turut hadir dalam kegiatan yaitu Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Hermansyah Siregar, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana.

Menteri Ekraf didampingi oleh Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Direktur Pengembangan dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Muhammad Fauzy serta Tenaga Ahli Menteri Hasbil M Lubis beserta dengan jajaran Kemenekraf lainnya.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait