Hari Terakhir MPLS Ramah Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Ditutup dengan Gembira dan Semangat

Minggu, 19/07/2026 - 10:54
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat

Klikwarta.com, Bali - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melakukan kunjungan  ke Provinsi Bali untuk memantau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai dari tingkat TK, SD sampai dengan SMA sederajat. 

 
MPLS menjadi ruang transisi yang positif bagi murid dari jenjang pendidikan sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan istilah dan praktik lama yang bersifat intimidatif atau berisiko menimbulkan trauma, seperti perpeloncoan, diganti sepenuhnya dengan kegiatan yang memperkenalkan murid pada lingkungan dan sistem sekolah secara edukatif.
 
"Kita mengembalikan MPLS ke tujuan awalnya, yaitu memperkenalkan murid dengan lingkungan sekolahnya melalui cara yang ramah. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman, menghargai harkat dan martabat manusia," jelas Wamen Atip saat mengunjungi Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Jumat (17/7).
 
Dalam kunjungannya di Sekolah Kristen Harapan Denpasar, Wamen Atip memantau langsung kegiatan MPLS pada hari terakhir ini, di mana kegiatan difokuskan kepada pengenalan ekstrakurikuler yang ada sekolah. Wamen Atip menilai bahwa hal ini penting sebagai bekal _soft skill_ bagi generasi muda dalam menghadapi era digitalisasi dan tantangan global.
 
“Saya melihat ekstrakurikuler ini memberikan ruang bagi para murid untuk mengekspresikan, sekaligus juga mewujudkan mereka yang punya minat di luar kurikulum, dan itu sesuatu yang sangat penting, juga bagian untuk penguatan karakter juga pendidikan, _soft skill_ untuk bekal itu ke depan,” ujar Wamen Atip.
 
Sejalan dengan itu Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengapresiasi pihak sekolah yang tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, namun juga pada kegiatan hal-hal yang juga menunjang pengembangan karakter murid seperti kegiatan ekstrakurikuler.
 
“Tadi pagi waktu datang ke sini saya langsung melihat anak-anak PAUD, anak-anak TK menampilkan berbagai macam kegiatan dan terlihat sekali bagaimana yayasan ini mendidik anak-anak dengan sangat baik. Besar harapan kami anak-anak bisa tumbuh dengan lebih bagus lagi dan nantinya menjadi manusia berguna” jelas Suharti.
 
Yayasan Sekolah Kristen Harapan Denpasar memiliki jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak hingga SMA dan SMK, untuk penerimaan siswa baru yang terdaftar total berjumlah 1.165 siswa baru. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Harapan, Daniel, menyampaikan bahwa MPLS di SMA Kristen Harapan difokuskan pada pengenalan budaya sekolah yang ramah dan pembekalan materi yang relevan bagi murid baru.
 
Hal ini bertujuan untuk memastikan siswa tidak merasa canggung saat memulai proses pembelajaran. Di mana pihak sekolah berkomitmen menghadirkan suasana yang menyenangkan. 
 
"Responnya sangat luar biasa semangat, mereka ceria semua dalam mengikuti kegiatan. Mungkin bisa dilihat sekarang anak-anak semangat sekali melihat kegiatan-kegiatan untuk MPLS pada hari ini, karena kami mengusung MPLS yang Ramah,” jelas Daniel.
 
Untuk menyalurkan minat dan bakat, sekolah memperkenalkan sebanyak 33 jenis ekstrakurikuler, mulai dari Pecinta Alam (Pala), Paskibra, hingga seni seperti Band dan Dance, Daniel pun menambahkan bahwa pengarahan ini penting agar siswa memiliki gambaran yang jelas mengenai aktivitas mereka di sekolah.
 
Sementara itu Ida Ayu Dewi, biasa di sapa Dayu, murid kelas X-2, menceritakan pengalamannya mengikuti MPLS di SMA Kristen Harapan Denpasar.

“Seru selama MPLS juga senang bisa aktif menjawab sampai dapat predikat _the most active_ dan terus ada kegiatan outbound Rabu kemarin itu kayak ngenalin pos-pos di sini sekalian juga ngenalin denah-denah sekolah. Jadi bisa ngejawab pertanyaan, main sama teman, terus bersama-sama memecahkan permasalahan,” tutur Dayu bersemangat.
 
Ia pun berpesan untuk teman-teman untuk jangan takut ikut MPLS, karena di sini selain untuk mengenalkan berbagai macam fasilitas sekolah, juga sebagai sarana untuk menambah relasi tanpa perlu takut ada perundungan.

“Tetap berteman saja dengan siapapun, jangan memandang perbedaan biar bisa menambah relasi juga di sekolah,” pesan Dayu. (**) 

Berita Terkait