Belasan aktivis KAMMI saat berunjuk rasa di depan kantor Disdikbud Provinsi Bengkulu, Kamis (15/02/2018).
Klikwarta.com - Belasan aktivis dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bengkulu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Bengkulu, Kamis (15/02/2018). Mereka meminta Dinas Pendidikan untuk lebih fokus memperhatikan pendidikan yang ada di Provinsi Bengkulu.
Dalam aksi, para aktivis KAMMI mengibarkan bendera kuning sebagai bentuk duka cita kepada korban pembunuhan siswi SMA Negeri 4 Kota Bengkulu.
"Maraknya kasus kekerasan dan pembunuhan dikalangan pelajar, ini harus jadi perhatian khusus Dinas Pendidikan. Penambahan jam pelajaran keagamaan disekolah harus ditingkatkan," ujar Korlap Aksi, Khairul Iksan dalam orasinya.
Berikut 9 poin tuntutan yang disampaikan KAMMI ke Dinas Pendidikan :
1. Penambahan jumlah jam mata pelajaran agama di sekolah-sekolah
2. Seluruh siswa wajib mengikuti ekskul kerohanian
3. Seluruh siswa (muslim) wajib berbusana syar'i
4. Sekolah wajib mengadakan jum'at religi sebagai ujung kreatifitas siswa islami
5. Seluruh siswa dan guru wajib solat berjamaah disekolah
6. Guru wajib memberikan motivasi pagi keseluruh siswa
7. Mewajibkan kepada seluruh orang tua/wali murid untuk bisa mengantar dan menjemput anak disekolah
8. Menghimbau kepada orang tua/wali murid agar bisa memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya dan memantau pergaulan anak diluar sekolah dan rumah
9. Penerapan kembali mata pelajaran P4 (Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).
Pantauan media ini, dalam aksi tersebut aktivis KAMMI diterima kepala Disdikbud Provinsi Bengkulu, Budiman Ismaun dan pihaknya pun sepakat menandatangani 9 poin tuntutan yang disampaikan aktivis KAMMI tersebut. (NIKO)








