Pasca Demo Ricuh, Polda Bengkulu: Aktivis HMI Itu Alami Luka Robek Bukan Luka Tembak

Selasa, 18/09/2018 - 23:07
Pasca demo ricuh di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu

Pasca demo ricuh di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu

Klikwarta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu merilis pernyataan pasca demo HMI di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa (18/9/2018) yang berakhir ricuh. Demo tersebut menyebabkan bentrokan antara massa HMI dan aparat Kepolisian. Sebanyak 8 Polisi dikabarkan mengalami luka, sedangkan aktivis HMI, 5 orang dilaporkan luka, satu diantaranya masih dirawat di RSUD M Yunus Bengkulu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung melalui Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno mengimbau bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi agar disampaikan secara santun dan intelek. Sehingga apa yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.

"Kami mengimbau civitas akademika agar lebih santun dan menunjukkan intelektualitas dalam menyampaikan aspirasinya," kata AKBP Sudarno.

Selain itu, Sudarno juga mengimbau agar setiap kabar yang beredar di media sosial untuk ditelaah sumbernya sehingga tidak mudah terprovokasi. "Jangan mudah percaya kabar yang beredar di media sosial jika belum jelas sumbernya," imbaunya.

Sementara menyikapi peristiwa bentrokan antara aktivis HMI dan aparat waktu berlangsungnya demo, Sudarno menyampaikan keprihatinannya atas demo yang berlangsung anarkis. Demo itu akhirnya berujung pembubaran massa dengan menggunakan Water Cannon dan gas air mata yang menimbulkan korban luka baik dari Polisi maupun massa HMI.

Polda juga membantah ada penembakan dalam aksi demo HMI tersebut. Adanya mahasiswa HMI yang mengaku terkena tembakan itu tidak benar, sebab berdasarkan keterangan Dokter yang merawat, luka tersebut bukan luka tembak, melainkan luka robek di kaki dan telah dijahit. Saat ini, korban luka di kaki yang diketahui bernama Dekka tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD M Yunus Bengkulu.

Terkait adanya sejumlah aktivis HMI dan pengurus KAHMI Bengkulu yang diamankan Polisi, mereka sedang menjalani pemeriksaan. "Mereka dimintai keterangan terkait aksi yang berlangsung anarkis," kata Sudarno. 

Untuk diketahui, ratusan massa HMI menggelar demo dengan tema "Raport Merah Pemerintah". Demo tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi ekonomi di negara ini. Selain itu, HMI juga menuntut pemerintah merealisasikan janji-janji yang belum terwujud. (JS)

Berita Terkait