Beruang Madu Kena Perangkap Harimau di Seluma

Jumat, 14/08/2020 - 19:20
Beruang Madu saat terperangkap
Beruang Madu saat terperangkap

Klikwarta.com, Bengkulu - Bermula dari adanya laporan salah satu warga Desa Tumbuan yang mendapati 11 ekor kambingnya mati dimangsa binatang buas di wilayahnya, Kepala Desa (Kades) Tanjung Kuaw, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu bersama sejumlah warga langsung melakukan pengecekan di lokasi yang merupakan kawasan kebun warga Dusun 1 pada tanggal 27 Juli 2020 yang lalu.

Setelah diamati berdasarkan ciri-ciri dan bekas jejak kaki yang terdapat di lokasi, diduga kuat 11 Kambing warga yang tewas tersebut merupakan korban keganasan Harimau hutan yang tengah kelaparan. Kemudian pada hari itu juga, Kades Tanjung Kuaw mengirimkan surat kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Seluma. Selanjutnya pihak BKSDA Seluma memasang perangkap/jerat di lokasi tersebut.

Jerat/perangkap yang dipasang oleh tim BKSDA Kabupaten Seluma tersebut membuahkan hasil, namun bukan harimau seperti dugaan warga sebelumnya yang berhasil tertangkap, melainkan seekor beruang madu betina yang diperkirakan berusia sekitar 2 tahun.

Hal ini dijelaskan oleh Kades Tanjung Kuaw, Heri Yulianto (akrab dipanggil Pak Juli) saat dikonformasi awak media di lokasi penangkapan, Jum'at (14/08/2020), sekitar pukul 15:30 Wib.

a

"Ini berawal dari adanya laporan warga Tumbuan yang menyatakan bahwa 11 ekor kambingnya mati di serang binatang buas, setelah itu kami bersama warga melakukan pengecekan ke lokasi,melihat ciri-ciri dan jejak kaki yang terdapat di lokasi,kami awalnya menduga ini adalah perbuatan harimau hutan, lalu kami mengirimkan surat ke BKSDA Kabupaten Seluma untuk menindaklanjutinya, kemudian BKSDA melakukan pengecekan dan memasang jerat dilokasi pada tanggal (27/072020) lalu", jelas Juli.

"Dan ternyata yang berhasil terjerat pada hari ini bukanya harimau yang diduga sebelumnya, melainkan seekor beruang madu betina yang kira-kira berusia 2 tahun, dengan demikian terjawab sudah tanda tanya warga selama ini", tambah Juli.

as

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi BKSDA Kabupaten Seluma, wilayah dua, Bariska Tarantona. "Beruang madu yang kami evakuasi pada hari ini sudah kita pasang perangkap kurang lebih dari 3 minggu yang lalu berdasarkan laporan dari masyarakat setempat terkait adanya gangguan 11 ekor kambing warga yang diduga diserang satwa liar. Awalnya yang diduga itu adalah harimau sumatera, namun setelah dipasang perangkap ternyata yang masuk perangkap adalah seekor beruang madu betina", ungkap Bariska Tarantona.

"Untuk beruang madu yang berhasil kita evakuasi pada hari ini rencana kita akan bawa ke Pos Penyelamatan Satwa BKSDA Bengkulu", tambah Bariska.

(Pewarta : Wiwik)

Related News

Loading...
loading...