Sumber foto : Penerangan malam yang gelap \ Pixabay
Oleh : Febby Glory M
Klikwarta.com - Disaat cahaya matahari sore mulai menyembunyikan sinarnya, memancarkan secercah warna yang indah dilangit. Langit tak pernah sendirian, ia selalu hadir disertai dengan bulan, bintang, awan dan matahari. Bahkan tak jarang lengkungan pelangi yang berwarna-warni juga hadir menghiasi langit dikala hujan datang membasahi bumi.
Alice dikala itu berbaring direrumputan taman, melihat perpaduan langit sore yang akan segera berubah menjadi gelap sepenuhnya. Melihatnya dengan penuh kagum, dengan banyak pertanyaan yang mulai timbul dibenaknya. Alice seorang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, mulai penasaran dengan sebuah benda langit yang timbul dimalam hari dan berbentuk bulan. Benda langit itu berwarna putih bercahaya menyinari malam yang sangat gelap dengan cahaya redupnya, Alice heran mengapa benda putih ini terus mengikuti langkahnya kemanapun ia pergi dimalam hari.
Bentuknya yang tak selalu bulat, terkadang membentuk seperti sabit, terkadang hanya separuh bulatan, terkadang ada dan tidak ada. Tidak ada yang bisa menebak, langit tak sepenuhnya dihiasi oleh bintang dan bulan dimalam hari. Dikala hujan lebat mulai turun, terdengar suara gemuruh dan kilatan petir seolah sedang terjadi gemuruh diatas awan sana. Bulan adalah benda langit yang kerap membuat Alice penasaran, kemudian ia pun menyanyakan kepada kakanya mengenai bulan.
Lisa saudara kandung yang berjarak 20 tahun dengan Alice, ia adalah seorang yang bekerja di pusat sains. Lisa menjelaskan, bulan adalah salah satu penerangan alami yang ada di Bumi. Satelit alami ini memang tidak memancarkan cahaya, namun memantulkan cahaya Matahari ke Bumi pada malam hari.
Dengan begitu, Bumi akan tetap terang walau di malam hari. Tanpa Bulan, tidak akan ada penghalang alami bagi langit yang gelap sepanjang tahun. Bulan selalu berdiri ditengah malam dengan pesonanya yang khas. Bentuknya yang besar dan indah, membuat semua orang terkagum-kagum termasuk Alice. Namun ia masih penasaran dengan benda yang bernama bulan tersebut, bulan yang terlihat diam mengapa seolah mengikutinya disaat ia berjalan?.
Bulan terlihat mengikuti gerakan, karena Bulan memiliki jarak yang sangat jauh dibanding dengan benda-benda Bumi di sekitar. Kita bisa melewati dan meninggalkan gedung-gedung dan orang-orang, namun tidak akan bisa melewati dan meninggalkan bulan. Karena itu, bulan terlihat seperti mengikuti pergerakan kita.
Pada lain hal, bulan identik dengan rasa keharmonisan. Bulan mengajarkan kita gelap belum tentu tidak ada cahaya sama sekali. Di langit yang gelap gulita, bulan mampu bercahaya sendirian, ikhlas tanpa pamrih menerangi bumi. Obrolan singkat Lisa dan Alice menutup rasa penasarannya dan melanjutkan untuk menatap sang bulan. Rasa kagum terpesona yang tak kunjung sirna masih dipancarkan oleh mata Alice, kini ia menatap lautan bintang yang turut menghiasai langit.
Jutaan bintang yang gemerlap membentuk pola yang berbeda-beda disetiap malamnya, tak setiap malam bulan dan bintang datang bersamaan. Layaknya hujan disiang hari membuat suasana mendung, sama halnya dengan malam hari yang mengilangkan cahaya bulan beserta dengan bintangnya. Hanya ada kumpulan awan yang berwarna gelap dengan jutaan tetesan air yang turun membasahi bumi.
Mengingat waktu yang semakin malam, Alice yang penasaran memilih untuk tertidur dengan menyimpan pertanyaan dalam benaknya. Apakah bulan dan bintang akan terlihat sama di esok malam? Apakah hujan akan turun, dan menutupi secercah cahaya yang menyinari bumi di kala gelapnya malam? Tidak ada yang tau sebelum kita menyaksikannya secara langsung sendiri. Alice menutup rasa penasarannya dengan rasa kagum terhadap Tuhan, akan indahnya alam ciptaannya yang luar biasa ini.








