Operasi TNI di Papua 2026, Kogabwilhan III Klaim Sita Senjata dan Amunisi TPNPB-OPM

Sabtu, 09/05/2026 - 23:52
Konferensi Pers

Konferensi Pers

Klikwarta.com, Jakarta - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Lucky Avianto, menyatakan operasi keamanan yang dilakukan TNI di wilayah Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026 berhasil mengamankan puluhan senjata api, ratusan butir amunisi, serta sejumlah perlengkapan milik kelompok bersenjata TPNPB-OPM.

Dalam keterangannya kepada media, Sabtu (9/5/2026), Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan operasi dilaksanakan oleh satuan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III bersama Koops Habema guna menjaga stabilitas keamanan di sejumlah wilayah Papua yang dinilai masih rawan gangguan kelompok bersenjata.

“Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tantangan di lapangan tidak ringan. Eskalasi kekerasan oleh kelompok separatis TPNPB-OPM terjadi di beberapa titik,” ujarnya.

Menurut Lucky, seluruh operasi dilaksanakan sesuai aturan keterlibatan atau *Rules of Engagement* (ROE) dengan tetap memperhatikan hukum serta hak asasi manusia.

Namun demikian, TNI menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap ancaman yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan berbagai barang bukti berupa senjata api, ratusan amunisi, senjata tajam, alat komunikasi, alat pengintai, uang tunai, hingga atribut separatis berupa Bendera Bintang Kejora.

Selain itu, TNI juga mengklaim berhasil melumpuhkan sejumlah anggota kelompok bersenjata yang disebut berperan aktif dalam aksi kekerasan di Papua.

Beberapa nama yang disebut antara lain Yesias Mate yang disebut sebagai Danlog Kodap IV Soraya, Army Kogoya dari Kodap III/Ndugama, hingga Jeki Murib yang disebut sebagai Danwil Kodap XVII/Ilaga.

Khusus Jeki Murib, Lucky menyatakan tindakan dilakukan setelah yang bersangkutan diduga terlibat penyerangan terhadap personel TNI di Desa Pinapa.

Selain memaparkan hasil operasi, Pangkogabwilhan III juga memberikan penghormatan kepada prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian tugas pengamanan di Papua.

Menurutnya, pengorbanan para prajurit merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara dan keamanan masyarakat di wilayah Papua.

Lucky menilai keberhasilan operasi tidak terlepas dari sinergi antara TNI, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat setempat.

“Kami ingin memastikan masyarakat Papua dapat beraktivitas dengan aman, anak-anak bisa sekolah dengan tenang, dan pembangunan terus berjalan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Lucky mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks terkait situasi keamanan di Papua serta tetap menjaga persatuan dan stabilitas wilayah. (*)

Berita Terkait