Pemkot Bitung Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Gempa 8,2 Magnitudo Berpotensi Tsunami

Rabu, 27/04/2022 - 07:52
Wali Kota Bitung, saat memantau giat simulasi, Selasa (26/4/2022)

Wali Kota Bitung, saat memantau giat simulasi, Selasa (26/4/2022)

Klikwarta.com, Bitung - Pemerintah Kota Bitung gelar Simulasi kesiapsiagaan menghadapi gempa 8,2 magnitudo berpotensi tsunami, Selasa (26/4/2022). BMKG mengumumkan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami. Warga pun ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri.

Di kawasan kantor pemerintahan, terlihat para ASN dan THL tengah berlari keluar ruangan menuju titik kumpul evakuasi. Di antara suara ledakan, terdengar suara teriakan meminta tolong dari beberapa ruangan kantor, bahkan terlihat percikan api disela ledakan itu.

Kepala pelaksana(Kalaks) BPBD Kota Bitung, langsung melaporkan kejadian ini kepada Wali Kota Bitung, Maurits Mantir.

Maurits bersama Wakil, Hengky Honandar langsung memberi perintah evakuasi kepada seluruh KPD yang ada di lingkungan kantor Wali Kota Bitung.

Instruksinya agar BPBD segera melakukan asesmen di gedung-gedung kantor Wali Kota Bitung dan melaporkan hasilnya. Bersama tim gerak cepat Dinas Kesehatan, BPBD dan SP3 langsung bergerak cepat mengevakuasi korban tertimpa atap yang terjebak di lantai 4.

Di saat yang sama, Wali Kota lewat pantauan HT, memerintahkan para camat agar melaporkan perkembangan di wilayah masing-masing dan segera untuk mengevakuasi masyarakat di pesisir pantai.

Wali Kota juga memberi imbauan kepada seluruh masyarakat Kota Bitung untuk tetap tenang dan mengikuti arahan yang sudah disampaikan.

Kegiatan Simulasi ini berlangsung pukul 10:00 WITA dan diikuti antusias oleh seluruh ASN dan THL yang ada di lingkungan Kantor Wali Kota Bitung.

Bentuk Simulasi penanggulangan bencana oleh Pemerintah Kota Bitung ini, merupakan kesiapsiagaan dalam menangani bencana yang terjadi di Kota Bitung

Kegiatan simulasi seperti ini direncanakan akan berkesinambungan, mengingat Indonesia merupakan negeri dengan potensi bencana alam sangat tinggi. Khususnya untuk bencana gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng/kerak bumi aktif.(*)

Berita Terkait