Kondisi Jembatan Memprihatinkan
Klikwarta.com - Jembatan yang terletak di Desa Tanjung Putus yang menghubungkan Dusun Tran Tanjung Putus dengan Desa Pagar Banyu sudah lama mengalami kerusakan. Saat ini kondisi jembatan tersebut semakin parah. Bahkan sebagian lantai jembatan tersebut sudah tidak ada lantainya lagi.
Kepala Desa tanjung Putus Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara, Kusinda Harianto saat ditemui ddi kantor desa meminta Pemkab Bengkulu Utara, melalui instansi terkait untuk segera memperbaiki Jembatan desa tersebut. Ia mengatakan Yang paling dikhawatirkan dengan kondisi jembatan sepanjang 63 meter dan lebar 4 meter adalah kondisi abudmen tanah di kedua bagian bawah ujung jembatan saat ini sudah longsor akibat tergerus air.
“Kalau jembatan dengan tiang penyangga konstruksi tidak cepat ditangani kerusakan jembatan ini, dengan kondisi cuaca hujan saat ini, maka abudment tanah kedua bagian bawah ujung jembatan ini akan semakin habis dan dikhawatirkan jembatan akan roboh”, ujarnya, Senin (5/8/2019).
Selama ini kata Dia, masyarakat memperbaiki sendiri lantai jembatan yang jebol tersebut secara swadaya dengan menggunakan papan untuk menutup bagian lantai yang jebol agar bisa dilewati. Dia mengatakan, terakhir dua hari yang lalu ada warga yang terpeleset saat melintasi jembatan atas nama Tiara.
Kusinda pun memohon perhatian Pemkab Bengkulu Utara, melalui instansi terkait untuk bisa segera renovasi jembatan ini.
"Memang tahun 2018 sudah diusulkan ke Pemkab Bengkulu Utara melalui instansi terkait untuk perbaikan. Jembatan tersebut adalah akses perhubungan ke Trans Tanjung Putus dan daerah desa tetangga”, ujarnya.
Saat ini masyarakat takut melintasi jembatan tersebut untuk keluar masuk membawa hasil pertanian dan aktivitas lainnya.
“Yang kita khawatirkan, anak-anak ke sekolah menggunakan jembatan tersebut, dan dikhawatirkan roboh ketika warga melalui jembatan itu. Karena lantainya berlubang, belum lagi dibawah ujung jembatan sudah longsor”, tutupnya. (Suradi)








