Pengusaha Jaktim Dukung Pemilu 2024 Ditunda, Ini Alasannya

Jumat, 14/01/2022 - 15:36
Ndinta Herry Pramana
Ndinta Herry Pramana

Klikwarta.com, Jakarta - Pemerintah diminta untuk menunda Pemilu 2024 karena ekonomi belum stabil pasca Pandemi Covid-19.Hal itu sejalan dengan yang disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.  

Ketua Umum Kadin Jakarta Timur (Jaktim) Anta Ginting mengaku banyak pengusaha sepakat untuk menunda pemilu 2024.

“Pengusaha mendukung statement bang Bahlil", kata Anta Ginting, di Jakarta Timur, Jumat (14/1/22).

Pria dengan nama lengkap Ndinta Herry Pramana menyatakan penundaan Pemilu 2024 dilandasi beberapa pertimbangan. Terutama adalah pertimbangan bahwa belum tuntasnya pemulihan ekonomi Indonesia. 

"Sesudah dan sebelum memasuki tahun politik akan membuat kondisi sosial-politik tanah air akan memanas", jelas Anta.

Dia menyatakan penyelenggaraan Pemilu akan menguras banyak energi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini telah disampaikan oleh beberapa pengusaha pelaksanaan pemilu ditunda. 

"Ini semata dengan pertimbangan belum tuntasnya pemulihan ekonomi Indonesia", tegas Anta.

Sebelumnya, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membeberkan ihwal ia mendapat usul penundaan pemilihan umum (pemilu) 2024 dari sejumlah pengusaha.

Menurut Bahlil, usulan dan diskusi soal penundaan Pemilu 2024 sah-sah saja dilakukan oleh siapapun. Tak terkecuali bagi para pelaku usaha.

“Presiden ini pemimpin demokratis. Saya pikir ini (usulan) biasa aja. dan bahwa prosesnya berjalan dan melanggar konstitusi jangan dilakukan. Tapi kalau ada ruang mohon di pertimbangkan juga aspirasi dari teman-teman usaha itu,” ujar Bahlil dalam wawancaranya di salah satu stasiun televisi, Selasa (11/1/22).

Bahlil mengklaim usulan untuk menunda gelaran Pemilu 2024 berasal dari sebagian pengusaha yang ditemuinya belakangan ini.

“Kalau ditanyakan apakah ini (usulan) semua pengusaha atau tidak, saya katakan ini sebagian pengusaha, rata-rata, dan pengusaha itu ada di organisasi. Silakan cek saja", ujarnya.

Related News