Hadiri Drama Kolosal PETA, Walikota Blitar Sebut Perjuangan Pahlawan Jadi Suri Tauladan Bangsa

Sabtu, 17/02/2024 - 22:58
Walikota Blitar Santoso saat Berikan Sambutan dalam Membuka Pementasan Drama Kolosal PETA Dalam Rangka Memperingati Hari Cinta Tanah Air tahun 2024 (Foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Walikota Blitar Santoso saat Berikan Sambutan dalam Membuka Pementasan Drama Kolosal PETA Dalam Rangka Memperingati Hari Cinta Tanah Air tahun 2024 (Foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Kota Blitar - Walikota Blitar Santoso menyebut perjuangan para tentara yang tergabung dalam kelompok Pembela Tanah Air (PETA) dalam memberontak penjajah Jepang menjadi suri tauladan bangsa dalam berikhtiar membangun sebuah negara dan bangsa.

Ini dikatakan Santoso saat membuka pagelaran drama kolosal PETA dalam memperingati Hari Cinta Tanah Air tahun 2024 di pelataran Museum PETA Kota Blitar, Sabtu (17/2/2024).

Walikota Santoso berpendapat, pementasan drama kolosal yang diperingati setiap tanggal 14 Februari itu, pada hakekatnya adalah sarana mengapresiasi sekaligus memberikan suri tauladan kepada anak-anak. 

"Sekaligus kita tunjukkan kepada anak-anak kita bahwa di Kota Blitar jauh sebelum kemerdekaan, bendera merah putih sudah dikirbarkan. Ini berada di Monumen Potlot yang sekarang ada di TMP bagian utara. Jadi bendera merah putih berkibar ini lewat Shodanco Harjo Marjono. Sekaligus diresmikan oleh Bapak Jenderal Sudirman yang pada waktu itu menjadi tokoh nasional," jelas Santoso.

PETA

Ia juga menyampaikan jika drama kolosal PETA yang mestinya dipentaskan tanggal 14 Februari harus diundur ke tanggal 17, lantaran pada tanggal 14 Februari berbarengan dengan pelaksanaan pemilu 2024.

Namun demikian, Santoso memastikan pergeseran waktu pementasan drama kolosal ini sama sekali tidak merubah makna dan tujuan daripada isi yang disampaikan di dalam drama kolosal tersebut, yakni tentang semangat perjuangan para pahlawan PETA dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi segenap bangsa Indonesia.

"Di sinilah pemberontakan PETA terjadi dimana Shodanco Soeprijadi sebagai pemimpin pemberontakannya. Oleh karena itulah jangan sekali-kali kita meninggalkan sejarah," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, tampak hadir Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Blitar, hingga ribuan warga yang menyaksikan drama kolosal PETA.

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait