Kepala sekolah, Heldyana
Klikwarta.com, Balikpapan - Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh sekolah dan masyarakat. Di Balikpapan, pembaruan sarana dan prasarana tidak hanya membuat lingkungan belajar lebih nyaman, tetapi juga meningkatkan minat calon murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga di sekitar sekolah.
Pada 2025, Balikpapan menerima bantuan revitalisasi untuk 10 satuan pendidikan yang terdiri atas 1 PAUD, 2 SD, 3 SMP, dan 4 SMA dengan total anggaran sekitar Rp6,4 miliar. Salah satu penerimanya adalah SMP PGRI 2 Balikpapan yang memperoleh rehabilitasi laboratorium IPA, rehabilitasi toilet, dan pembangunan dua ruang kelas baru. Penambahan fasilitas tersebut meningkatkan kapasitas sekolah sehingga mampu menerima lebih banyak peserta didik pada SPMB tahun ini.
Kepala SMP PGRI 2 Balikpapan, Rinawati, mengatakan, "Tahun ini kami mengalami peningkatan kuota karena kelas kami bertambah. Tahun kemarin hanya buka untuk 86 siswa, alhamdulillah tahun ini tetap tiga kelas tapi kuotanya bertambah jadi 96 siswa. Sehingga sekarang seluruh kuota sudah terpenuhi," jelasnya.
Guru SMP PGRI 2 Balikpapan, Irma Yanti, menilai perubahan fasilitas juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
“Dampaknya sangat besar sekali dengan adanya revitalisasi, karena memberi manfaat bagi murid-murid kami. Kelas yang tadinya sedikit jadi bertambah. Karena kelasnya baru, situasinya jadi nyaman dan kondusif. Mungkin pembelajaran nanti lebih efektif lagi dengan kelas yang nyaman,” ujarnya.
Kenyamanan itu juga dirasakan para murid.
"Senang sekali karena punya kelas baru, kelasnya bagus, bersih, dan nyaman," kata Irwan, siswa SMP PGRI 2 Balikpapan.
Dampak revitalisasi juga terlihat di SD Negeri 034 Balikpapan Selatan melalui pembangunan gedung perpustakaan baru yang kini menjadi ruang belajar sekaligus ruang interaksi bagi para murid.
Kepala sekolah, Heldyana, berharap perpustakaan baru tidak menjadi monumen megah yang indah dipandang, melainkan menjadi jantung sekolah yang berdenyut hidup, ruang yang membentuk karakter, mengasah kreativitas, dan memperluas cakrawala berpikir generasi muda.
Manfaat revitalisasi juga menggerakkan perekonomian warga sekitar. Larisa, pelaku usaha penyedia air bersih di sekitar SMP PGRI 2 Balikpapan, mengaku permintaan air meningkat sejak proses pembangunan hingga setelah gedung digunakan.
"Saya sangat bersyukur. Selama pembangunan kemarin saya beberapa kali mengantar air untuk pembangunan gedung baru. Sampai sekarang kalau sekolah membutuhkan air, saya tetap mengisi di SMP PGRI ini," tuturnya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan di Balikpapan bukan hanya menghadirkan ruang kelas baru atau memperbaiki bangunan sekolah yang telah menua. Lebih dari itu, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Pembangunan manusia harus dimulai dari tersedianya lingkungan belajar yang aman, nyaman, layak, dan bermutu. Karena itu, revitalisasi sekolah menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pendidikan yang mampu memberikan kesempatan belajar terbaik bagi setiap anak Indonesia,” pungkas Fajar.
Arah kebijakan ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa. Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang belajar di ruang kelas yang rusak, tidak aman, atau tidak mendukung proses pembelajaran.
Pengalaman di Balikpapan menunjukkan bahwa revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, memperluas akses pendidikan melalui bertambahnya daya tampung SPMB, memperkuat budaya literasi, serta menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar sekolah.
Melalui program revitalisasi, Kemendikdasmen terus menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. (**)








