Tari Kolosal FPSL Kota Bitung 2025 Para Siswa di Bebani Biaya 1,5 Hingga 1,8 Juta Rupiah 

Jumat, 17/10/2025 - 20:22
Para siswa SD dan SMP saat menampilkan tarian kolosal di FPSL Kota Bitung baru-baru ini

Para siswa SD dan SMP saat menampilkan tarian kolosal di FPSL Kota Bitung baru-baru ini

Klikwarta.com, Bitung - Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025 yang seharusnya menjadi wadah apresiasi justru menuai sorotan dari berbgai phak.

Buktinya sorotan tersebut mengarah pada pelaksanaan tarian Kolosal di saat puncak festival di Halaman Satrol VIII Bitung, pada Senin (13/10/25) lalu.

Informasi yng dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa para siswa yang dilibatkan dalam pertunjukan tersebut sekitar 100 pelajar dari tingkat SD dan SMP di Kota Bitung, dibebani biaya antara Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta/anak.

Uang tersebut diklaim dgunakan untuk menyewa kostum dan properti pertnjukan.

"Diminta hrus bayar hampir dua juta rupiah, ditambah lagi peserta cari sendiri baju manset karena tidak disediakan,"beber sumber yang meminta namanya tidak publis.

Lanjutnya, pungutan dana ini disebut-sebut dilakukan atas dasar dimasukkan ke dalam Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), namun tanpa penjelasan transparan kepada orang tua siswa.

"Dri perhitungan kasar berdasarkan jumlah peserta dan nominal pungutan, dana yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar Rp. 200 juta. Jumlah tersebut cukup fantastis untuk sebuah kegiatan, Nah pertayaan kemana uang tersebut,"ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengapa kegiatan sebesar FPSL tdak memiliki alokasi anggaran yang memadai dari panitia pelaksana, hingga harus membebani orang tua peserta tarian.

"Klau panitia memang tidak menganggarkan tarian Kolosal, kenapa ttap dipaksakan. Kenapa harus org tua peserta yang jadi korban,"katanya.

Sumber menambahkan, kedepannya kegiatan - kegiatan serupa tidak lagi membebani siapapun, dan berharap pemerintah kota, khususnya Walikota dan Wakil Walikota Bitung bisa memperhatikan hal ini.

"Kami minta Walikota Bitung pak Hengky dan Wakilnya pak Randito Maringka, kalau bleh jangan membebani oramg tua siswa ketika kegiatan serupa,"harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Vonny Tumundo ketika dikonfirmasi hal tersebut membantah keras informasi tersebut.

"Tidak ada beban biaya pada siswa. Seragam, properti dan makeup dibiayai oleh APBD,"tulis kadis menjawab pertayaan wartawan melalui pesan singkat.

(Pewarta: Laode) 

Berita Terkait