Pasutri Ditemukan Bersimbah Darah di Wonosobo, Tanggamus

Senin, 13/01/2020 - 23:51
Edo saat menjalani perawatan di RSUD Batin Mangunang
Edo saat menjalani perawatan di RSUD Batin Mangunang

Klikwarta.com, Tanggamus – Sepasang suami istri (Pasutri) di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ditemukan bersimbah darah dengan luka senjata tajam dalam kamar rumahnya, Senin (13/1/20) pagi.

Suaminya bernama Edo (34), ditemukan mengalami luka senjata tajam didada, sementara istrinya bernama Indah (25) juga terluka di bagian tangan, perut dan kaki.

Kini keduanya menjalani operasi di RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Tanggamus dengan pendampingan sejumlah keluarganya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Edo diduga depresi karena proses pencalonan dirinya dalam pemilihan kepala desa. Sehingga ia nekat mencoba bunuh diri dengan pisau.

Aksinya itu sempat dipergoki istrinya dan mencoba menghalangi aksi tersebut. Nahas, Indah yang sedang hamil muda itu ikut terluka, akibat rebutan senjata tajam suaminya.

Menurut keterangan Joko (65) selaku ayah Edo, ia mendengar teriakan menantunya saat berada di belakang rumahnya, spontan mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam sekitar pukul 6.30 Wib.

“Saya masih di belakang sama nenek dan ibu Edo seketika mendengar teriakan Indah saya langsung lari ke arah suara, dan saya dobrak pintu kamarnya,” kata Joko.

Menurutnya, walaupun ia sedang sakit begitu melihat kamar terkunci, ia langsung dobrak pintunya dan melihat anaknya sudah terkapar dan menantunya lari keluar dengan rasa ketakutan dan juga bersimbah darah.

Tanpa pikir panjang, Joko kemudian meminta bantuan ke warga lain untuk segera memberi pertolongan, dan membawa Edo kerumah sakit Batin Mangunang Kota Agung.

Sementara menurut tokoh Pekon Kalisari Burhan (60) yang ikut mengantarkan Edo ke rumah sakit bersama warga membenarkan bahwa Edo telah bersimbah darah.

“Kami bersama warga sampai di lokasi melihat mereka bersimbah darah langsung kami bawa ke Pukesmas untuk minta rujukan dan membawanya ke  rumah sakit,” kata Burhan.

Burhan menduga, Edo mengalami depresi. Karena Edo dicalonkan warga untuk maju sebagai calon kepala pekon/desa. Bahkan beberapa hari ini  Edo kerap terlihat bengong sendiri, namun tidak diketahui apa masalahanya. Adapun jika masalah keluarga, keduanya tidak pernah ada ribut sejak mereka menikah empat bulan lalu.

“Sementara kami menduga Edo mengalami depresi berat karena beberapa hari ini dia sering bengong entah masalah apa kami kurang paham. Kalau masalah keluarga saya kira bukan karena mereka menikah baru 4 bulan, dugaan kami sementara mungkin beban yang dia pikul salah satunya karena dia dia akan calonkan menjadi kepala pekon,” bebernya.

Terpisah Pawit (55) selaku orang tua Indah, berharap tidak terjadi hal yang buruk pada kedua anaknya. “Saya yakin untuk kedua anak saya sebelumnya gak pernah cek cok. Malah mereka saat ini masih sayang sayangnya,” kata Pawit.

Pawit mengungkapkan, bahwa kemarin lusa ia saya sempat berbicara kepada menantunya apabila tidak siap lebih baik mundur menjadi calon kepala pekon.

“Saya sempat ngomong kalau belum siap mbok mundur (menjadi kepala pekon) daripada menjadi beban buat kamu,” ungkapnya

Pawit berharap berharap kasus ini tidak di besar-besarkan dan memohon kepada semua untuk mendoakan kesembuhan kedua anaknya. “Sudahlah mohon tidak dibesar-besarkan, doakan saja cempat sembuh, kedua anak kami,” tandasnya. (Davit)

Baca Juga : Hak Jawab, Orang Tua Edo Klarifikasi Soal Anaknya

peristiwa

tmmd

Related News