DR (C) Andi Tatang Supriyadi, SE., MH., CPL., CPM
Klikwarta.com, Depok, 10 April 2026 – Di sebuah ruang kerja sederhana di Kota Depok, tumpukan berkas perkara tersusun rapi di atas meja. Di balik kesederhanaan itu, tersimpan dinamika pekerjaan yang tidak ringan.
Dari ruangan itulah, DR. (C) Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H., CPL., CPM menjalankan perannya sebagai advokat berhadapan langsung dengan berbagai perkara yang kerap berada di wilayah sensitif dan penuh tekanan.
Bagi Andi Tatang, profesi advokat bukan sekadar soal membela klien di ruang sidang. Lebih dari itu, ia memandang hukum sebagai instrumen untuk menghadirkan keadilan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki daya tawar. Prinsip tersebut yang kemudian menjadi benang merah dalam perjalanan kariernya.
Dalam beberapa tahun terakhir, namanya kerap muncul dalam berbagai perkara yang menyita perhatian publik, mulai dari kasus kekerasan terhadap anak, sengketa lahan, hingga perkara yang melibatkan figur publik dan organisasi masyarakat.
Berbasis di Depok, kiprahnya menjangkau wilayah yang lebih luas, terutama di kawasan Jabodetabek.
Menyuarakan yang Tak Terdengar
Salah satu sisi yang paling menonjol dari perjalanan Andi Tatang adalah keberpihakannya terhadap korban, khususnya anak-anak.
Dalam sebuah kasus kekerasan terhadap anak di Depok, ia berdiri sebagai kuasa hukum korban yang masih di bawah umur, seorang anak yang diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi.
Kasus tersebut tidak berjalan tanpa hambatan. Tekanan sosial hingga dugaan keterkaitan pelaku dengan pihak tertentu sempat membayangi proses hukum.
Namun, hal itu tidak membuatnya surut. Ia justru mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan tetap berpihak pada perlindungan korban. Baginya, dalam perkara yang menyangkut anak, keadilan tidak boleh dinegosiasikan.
Lantang Melawan Dugaan Mafia Tanah
Selain menangani kasus kekerasan, Andi Tatang juga dikenal vokal dalam isu pertanahan. Ia kerap menangani sengketa lahan yang diduga melibatkan praktik mafia tanah, sebuah persoalan yang kompleks dan sering kali beririsan dengan kepentingan besar.
Dalam berbagai kesempatan, ia menyoroti lemahnya transparansi dalam administrasi pertanahan. Ia juga menegaskan bahwa setiap sengketa harus diselesaikan melalui jalur hukum yang sah, bukan melalui cara-cara sepihak yang justru merugikan masyarakat.
Sikap tegasnya terlihat ketika menangani sengketa lahan yang berdampak pada fasilitas pendidikan. Ia menolak keras penyegelan sepihak terhadap lahan sekolah, dengan alasan bahwa tindakan tersebut berpotensi merugikan peserta didik dan mengganggu proses belajar mengajar.
Menghadapi Kasus Sensitif dan Figur Publik
Tidak sedikit perkara yang ditangani Andi Tatang berada dalam sorotan publik. Ia pernah terlibat dalam pendampingan kasus penganiayaan berat hingga perkara yang melibatkan figur publik, termasuk Jamal Mirdad, serta sejumlah anggota legislatif dari berbagai tingkatan.
Menangani kasus-kasus tersebut menuntut kombinasi antara ketegasan dan kehati-hatian. Di satu sisi, ia harus menjaga profesionalitas dan integritas hukum. Di sisi lain, tekanan publik dan perhatian media menjadi tantangan tersendiri yang tidak bisa diabaikan.
Tegas Soal Kejahatan Seksual Anak
Di luar ruang sidang, Andi Tatang juga aktif menyuarakan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan seksual terhadap anak. Ia menilai bahwa pendekatan restorative justice tidak tepat diterapkan dalam kasus-kasus tertentu yang memiliki dampak serius terhadap korban.
Menurutnya, penegakan hukum harus mampu memberikan efek jera sekaligus menjamin perlindungan maksimal bagi korban.
Apresiasi dan Kontroversi
Perjalanan Andi Tatang sebagai advokat tidak lepas dari dinamika. Di satu sisi, ia mendapatkan apresiasi atas keberanian dan konsistensinya. Namun di sisi lain, langkah-langkah yang diambilnya juga kerap menimbulkan polemik.
Meski demikian, ia tetap berpegang pada prinsip bahwa hukum harus menjadi panglima. Baginya, keadilan bukan sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan harus diperjuangkan bahkan ketika tekanan datang dari berbagai arah.
Di tengah dinamika penegakan hukum yang terus berkembang, nama Andi Tatang Supriyadi kini menjadi salah satu yang diperhitungkan di wilayah Jabodetabek. Ia berjalan di antara batas tipis antara risiko dan keberanian sebagai advokat yang memilih untuk tetap tegak, ketika banyak yang memilih untuk mundur.
(Kontributor : Arif)








