Komisi V DPR RI Tegaskan Agar Ada Kepastian Maskapai ke Bandara Ngloram

Sabtu, 11/09/2021 - 19:27
Anggota DPR RI komisi V Sudewo didampingi kepala otoritas Bandara,Kasatpel Bandara Dewadaru Karimunjawa dan Kepala Dinrumkimhub Blora saat meninjau Bandara Ngloram.
Anggota DPR RI komisi V Sudewo didampingi kepala otoritas Bandara,Kasatpel Bandara Dewadaru Karimunjawa dan Kepala Dinrumkimhub Blora saat meninjau Bandara Ngloram.

Blora, Klikwarta.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi V akan mendorong Direktorat Perhubungan Udara supaya melakukan koordinasi dengan maskapai agar ada kepastian untuk terbang ke Bandara Ngloram.

Hal tersebut disampaikan Sudewo anggota DPR RI komisi V saat meninjau Bandara Ngloram,Sabtu (11/9/2021).

"Kepada Direktorat Perhubungan Udara agar melakukan koordinasi dengan calon penumpang, karena di Cepu ini memiliki satu potensi alam yang sangat besar dan pengelolaan sumber daya alam yang nyata dengan hadirnya Exxon mobil, BP Migas," ujar Sudewo.

x

Perlu ada sarana transportasi udara untuk menunjang pertumbuhan energi minyak dan gas.Hal itu juga memberikan dampak ekonomi yang nyata dengan hadirnya Bandara Ngloram ini.

"Kami agendakan dengan kawan-kawan anggota komisi V melalui kunjungan spesifik atau kunjungan reses untuk bisa hadir di sini. sehingga kawan-kawan DPR akan memperkuat dukungan DPR RI terhadap eksistensi bandara Ngloram. Rencana akan saya kooordinasikan,"tegasnya.

Anggota DPR RI asal Pati tersebut juga mengusulkan 
ada alokasi anggaran tahun 2022 sekitar 30 miliaran  untuk pembuatan kantor satuan pelayanan bandara,kantor BMKG, kantor AirNav, termasuk tempat parkirannya.

Sementara itu Ariadi Widiawan Kasatpel Bandara Dewadaru Karimunjawa yang juga membawahi Bandara Ngloram menjelaskan,saat ini Bandara Ngloram sedang melakukan
program padat karya untuk pembangunan fasilitas bandara dengan tema Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Padat karya mengambil dari tenaga lokal sejumlah 205 orang.Diantaranya untuk mengerjakan drainase,bronjong,perumahan dinas,gedung PK-PPK dan mushola.Semua dari lokal kecuali tenaga ahli boleh ambil dari luar Blora.

"Untuk upah sistemnya tanpa rupiah karena langsung masuk ke rekening BNI seminggu sekali sehingga tidak antri dan berkerumun,"ujar Ariadi. (fajar)

Related News