Mendikdasmen: Kesungguhan Menjadi Kunci Meraih Kesempatan Belajar dan Beasiswa di Luar Negeri

Kamis, 18/06/2026 - 15:25
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti

Klikwarta.com, Tangerang - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan berbagai peluang belajar di luar negeri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan membangun jejaring global. Menurutnya, kesempatan untuk belajar maupun memperoleh beasiswa internasional terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kesungguhan dalam menekuni bidang ilmu tertentu.

Hal tersebut disampaikan Mendikdasmen saat menjadi narasumber dalam Seminar Membedah Peluang Belajar di Luar Negeri dan Meraih Beasiswa Internasional yang diselenggarakan di Tangerang, Rabu (17/6).

Dalam paparannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa kunci utama untuk meraih kesempatan belajar di luar negeri adalah komitmen dan keseriusan dalam mengembangkan kompetensi akademik. Berbagai jalur dapat ditempuh, mulai dari program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, hingga program riset dan penulisan ilmiah yang didukung berbagai lembaga pendanaan.

“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Mendikdasmen.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga membantu membangun pola pikir dan karakter yang lebih kuat. Karena itu, minat untuk melanjutkan studi ke luar negeri perlu disertai perencanaan yang matang dan kemampuan untuk menjaga motivasi ketika menghadapi berbagai tantangan.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa salah satu manfaat utama belajar di luar negeri adalah pengalaman berada dalam atmosfer akademik yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir. Di banyak perguruan tinggi internasional, hubungan antara dosen dan mahasiswa juga dibangun melalui proses pendampingan yang lebih intensif sehingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik.

“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Selain aspek akademik, pengalaman tinggal dan belajar di negara lain juga memberikan kesempatan untuk memahami budaya yang berbeda. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat mempelajari nilai-nilai kedisiplinan, penghormatan terhadap sesama, ketertiban di ruang publik, serta berbagai praktik baik yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menyoroti pentingnya jejaring internasional yang terbentuk selama menempuh pendidikan di luar negeri. Interaksi dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dinilai dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan global.

“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, menyampaikan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, berbagai peluang pendidikan, termasuk kesempatan belajar di luar negeri, perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (**) 

Berita Terkait