Generasi Z : Manja, Krisis Kesehatan Mental, dan Ambisius

Minggu, 16/07/2023 - 13:02
Ilustrasi Generasi Z. Foto: Unsplash

Ilustrasi Generasi Z. Foto: Unsplash

Oleh : Arsitta Dwi Pramesti 

Klikwarta.com - Seiring berjalannya peradaban manusia, lahirlah generasi baru. Manusia yang lahir pada rentang tahun 1995 hingga 2010 dijuluki sebagai Generasi Z atau Gen Z. Lantas kenapa generasi ini banyak memiliki cap buruk?

Hidup di era perkembangan teknologi membuat Gen Z terbiasa mengekspresikan dirinya di dunia maya. Segala hal yang dialaminya mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur kerap kali dibagikan. Mulai dari potret diri, keluh kesah tentang hari, hingga curhatan seputar pasangan umum dilontarkan di media sosial oleh Gen Z. Keterbukaan diri Gen Z di internet ini membuat ia mudah ditebak dan dinilai negatif oleh orang lain, terutama dari generasi lain yang merasa lebih senior.

Julukan "generasi manja", "generasi lemah", dan "generasi mental illness" melekat kuat pada gen Z. Generasi senior ini kerap kali membandingkan diri dan menilai bahwa gen Z lebih banyak mengeluh daripada memperbaiki diri.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association, stress yang dialami Gen Z disebabkan karena pandemi, ketidakpastian mengenai masa depan, berita buruk di internet, dan media sosial. Gen Z mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kehidupan pribadi mereka, sehingga jika tidak berjalan sesuai keinginan akan memicu timbulnya stres.

Hidup di zaman perkembangan teknologi dimana semua orang membagikan momennya di media sosial membuat gen Z menciptakan standar yang tinggi akan kehidupan. Kekhawatiran inilah yang menyebabkan Gen Z terkesan sering terkena masalah mental.

Selain itu, perilaku Gen Z yang kerap mengeluhkan masalah yang dihadapinya membuat mereka dijuluki generasi manja. Padahal hal ini mereka lakukan sebatas karena ingin mengekspresikan dirinya mengikuti perkembangan zaman digital. Biasanya selain mengeluh, Gen Z juga kerap kali membagikan usaha mereka menggapai mimpi agar memiliki pencapaian. Obsesi Gen Z dalam mencapai sesuatu ini dinilai oleh generasi lain sebagai generasi yang sangat ambisius.

Hal-hal negatif yang dikaitkan dengan Gen Z ini membuat julukan Gen Z terkesan negatif. Padahal setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Lagipula, sifat yang dimiliki Gen Z saat ini merupakan cerminan dari generasi sebelumnya yang membesarkan Gen Z. Sisi lain dari segala hal negatif yang melekat, Gen Z sebenarnya juga memiliki kelebihan sebagai berikut:

1) Bijak menggunakan teknologi
Bertumbuh kembang di era kemajuan teknologi membuat Gen Z akrab dengan penggunaan internet. Gen Z di Indonesia menempati posisi teratas yang paling banyak menghabiskan waktunya untuk menjelajahi internet. Cerdiknya, mereka memanfaatkan internet dengan bijak seperti mencari bahan ajaran, mencari referensi materi tugas, mengikuti sertifikasi online dan masih banyak lagi.

2) Kreatif
Pelaku industri kreatif berkembang pesat pada generasi ini. Profesi baru seperti content creator, copywriting, influencer, vlogger, podcaster, hingga mendirikan perusahaan startup dikuasai oleh Gen Z.

3) Menghargai perbedaan
Karena melihat dunia dengan sangat luas di dunia maya, membuat Gen Z terbiasa dengan perbedaan dan cenderung menerimanya. Dengan internet, Gen Z memperkaya diri dengan keragaman agama, suku, ras dan budaya sehingga saat berhadapan dengan perbedaan mereka cenderung menghargainya.

4) Memiliki rasa empati yang tinggi
Meski terkesan memiliki mental yang lemah, Gen Z sebenarnya berjiwa lembut dan berempati tinggi. Kalimat "Twitter do your magic" menjadi ciri khas pembuka bagi Gen Z untuk menarik atensi audiens terhadap hal yang ingin dibantunya di jagat twitter. Konten yang dibagikan biasanya berisi pedagang lanjut usia, korban bencana alam, maupun orang yang terkena musibah lainnya. Kecenderungan Gen Z untuk membantu sesama berdampak positif bagi masyarakat.

5) Gemar mengekspresikan diri
Gen Z suka membagikan kesehariannya di dunia maya. Disana mereka melakukan self branding atau pengenalan diri dengan ciri khas yang mereka miliki. Dengan ini orang lebih mudah mengenal Gen Z meski hanya dengan melihat media sosialnya.

Kelebihan Gen Z terkesan menyenangkan, meski terkadang terlupakan berkat keburukannya. Namun dari kekurangan dan kelebihan Gen Z yang telah dijabarkan, dapat ditilik lebih lanjut bahwa memang tiada sesuatu yang sempurna. Segala kekurangan Gen Z dapat diatasi oleh kelebihannya. Harapannya, hal positif dari Gen Z, seperti semangat, empati, dan ambisi, dapat diturunkan dan dilestarikan oleh generasi selanjutnya.

Tags

Berita Terkait