AHY Resmikan Penataan Kampung Pesisir Gresik: Dari Kumuh Jadi Hunian Layak Lewat Skema Hybrid APBN-CSR

Minggu, 02/08/2026 - 00:49
AHY saat Resmikan Penataan Kampung Pesisir Gresik: Dari Kumuh Jadi Hunian Layak Lewat Skema Hybrid APBN-CSR

AHY saat Resmikan Penataan Kampung Pesisir Gresik: Dari Kumuh Jadi Hunian Layak Lewat Skema Hybrid APBN-CSR

Klikwarta.com, Gresik - Wajah Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, berubah total. Kawasan pesisir yang dulu kumuh kini tertata rapi. Rumah layak, jalan paving, drainase, air bersih, hingga TPS 3R sudah tersedia.

Transformasi itu diresmikan langsung Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Sabtu (1/8/2026). Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Dalam peresmian kawasan hasil program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (TPKT) TA 2025 itu, AHY juga menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada warga penerima manfaat.

Program ini menyasar lahan seluas 7,11 hektare di Campurejo. Kawasan tersebut dihuni sekitar 1.152 jiwa atau 288 kepala keluarga, mayoritas nelayan dan pelaku UMKM.

AHY menegaskan, pengentasan kumuh tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus lintas sektor.

"Harus semakin maju, bukan hanya semakin sejahtera, tetapi juga semakin asri. Semua itu dimulai dari rumah dan keluarga kita di seluruh wilayah Indonesia," tegas AHY.
  
Menurutnya, yang membuat program ini beda adalah pola pembiayaannya. Total 166 unit rumah ditangani lewat skema kolaboratif.

Rinciannya, 145 unit dibiayai DAK TPKT. Terdiri dari 102 unit pembangunan rumah baru dan 43 unit peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni. 

Sementara 21 unit lainnya lahir dari dukungan CSR, termasuk dari Habitat for Humanity.

"Ini merupakan bukti nyata negara hadir. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian teknis, hingga mitra pembangunan bekerja bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata AHY.

Menurutnya, model pendanaan hybrid seperti ini bisa jadi akselerator penataan kumuh di daerah lain. Tidak lagi bergantung satu sumber anggaran.

Penataan tidak berhenti di dinding rumah. Pemerintah juga membangun infrastruktur dasar secara paket.

Jalan lingkungan dipaving, drainase diperbaiki, jaringan air bersih diperluas. Ada juga pembangunan IPAL domestik dan fasilitas TPS 3R untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Saat meninjau lokasi, AHY bahkan mengecek langsung aliran air dengan membuka keran di rumah warga. 
"Foto sebelum dan sesudahnya menunjukkan perubahan yang sangat besar. Bukan hanya rumahnya yang berubah, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukungnya tertata rapi sehingga menjadi tempat tinggal yang nyaman," ungkapnya.

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi prioritas DAK TPKT 2025. Selain Gresik, program serupa juga berjalan di Lumajang, Madiun, Mojokerto, dan Pasuruan dengan dukungan Pemprov Jatim.

Pemerintah pusat berharap Campurejo bisa menjadi prototipe nasional, khususnya untuk penataan kawasan kumuh pesisir. Dengan lingkungan yang lebih baik, diharapkan roda ekonomi warga juga ikut terdongkrak.

"Saya berharap kawasan ini dijaga dengan baik. Kebersihan, ketertiban, dan keindahannya harus terus dipertahankan agar menjadi contoh bagi penataan kawasan kumuh di daerah lain," tutup AHY. (*)

Berita Terkait