Kepala BNPB Dukung Kolaborasi dan Inovasi Teknologi Kebencanaan dalam EDRR 2026

Kamis, 13/08/2026 - 05:02
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. (batik kuning biru) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc dan rombongan undangan meninjau stand pameran BNPB dalam EDRR 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran pada Rabu (12/8).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. (batik kuning biru) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc dan rombongan undangan meninjau stand pameran BNPB dalam EDRR 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran pada Rabu (12/8).

Klikwarta.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. mendukung penuh kolaborasi dan inovasi teknologi dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana. Hal ini ditunjukkannya dengan menghadiri pembukaan pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 yang dihelat di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran pada Rabu (12/8).

EDRR merupakan ajang internasional tahunan yang mempertemukan inovasi global di bidang penanggulangan bencana. Di Indonesia, event ini terselenggara di bawah payung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Pada pelaksanaannya di tahun 2026, penyelenggaraan EDRR yang ketiga kalinya ini memilih ancaman bencana kebakaran akibat dinamika iklim ekstrim sebagai fokus utama.

Dalam sambutan pembukaan, Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc mengatakan bahwa tantangan kebencanaan di Indonesia masih tinggi. Pemerintah terus berusaha untuk mencegah, mengurangi risiko baik dari kejadian kecelakaan maupun bencana. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan penguatan budaya sadar bencana di masyarakat, penguatan karakter, kelembagaan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang peringatan dini.

"Pada tahun 2026 ini kami menekankan untuk memperkuat aksi dalam rangka merespon peringatan dini. Kita berusaha keras, Kepala BNPB dan seluruh jajaran pemerintahan berusaha keras untuk memperkuat peringatan dini, memanfaatkan teknologi," kata Pratikno.

Lebih lanjut Pratikno menegaskan, peringatan dini tidak akan ada maknanya jika tidak diikuti dengan aksi tepat untuk merespon peringatan dini tersebut.

"Bapak-Ibu sekalian, peringatan dini itu sangat penting tetapi aksi tepat untuk merespon peringatan dini juga sangat-sangat penting karena peringatan dini tidak ada gunanya kalau tidak diikuti dengan aksi tepat akurat dalam respon peringatan dini,"tegas Menko PMK.

Melalui pameran EDRR yang akan berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 14 Agustus 2026 nanti, Pratikno berharap mitra-mitra dari dalam dan luar negeri, tidak hanya menjual produk namun juga saling bertukar praktik baik melalui riset bersama, pengembangan industri bersama, dan saling berbagi ilmu pengetahuan untuk memitigasi dan mengurangi dari risiko bencana. 

Pameran EDRR Sebagai Ruang Diseminasi Informasi Kebencanaan

EDRR 2026 diikuti oleh lebih dari 80 perusahaan nasional dan internasional yang menampilkan berbagai teknologi dan solusi di bidang penanggulangan bencana seperti peralatan penyelamatan, sistem peringatan dini, perlengkapan medis darurat, teknologi drone, keselamatan industri, dan solusi penanggulangan bencana lainnya. 

Selain itu, acara ini juga didukung oleh 22 instansi dari lembaga pemerintah, institusi pendidikan, organisasi kemanusiaan, dan organisasi internasional. Setiap eksibitor menampilkan produk-produk upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana. 

BNPB termasuk salah satu diantaranya. Pada kegiatan pameran ini, BNPB menggelar peralatan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti motor trail karhutla, pompa karhutla, alat pemadam api, alat pelindung diri (APD) dan manekin, diorama, miniatur kendaraan dan peralatan, miniatur infrastruktur pascabencana yaitu rumah RIKSA dan jembatan Bailey dan Aramco, serta produk-produk UMKM binaan BNPB.

Bagi BNPB, kesempatan pameran seperti ini merupakan waktu dan wadah untuk mendiseminasikan informasi-informasi kebencanaan kepada masyarakat. Setiap direktorat mensiagakan personil untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung sesuai dengan kapasitasnya. Hal ini memungkinkan para pengunjung mendapatkan penjelasan yang komprehensif terkait setiap fase dalam penanggulangan bencana. 

Keikutsertaan BNPB dalam ruang-ruang pameran seperti EDRR 2026 menjadi strategi BNPB dalam memberikan pelayanan publik. Harapannya, dengan pelayanan publik yang baik, ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana juga makin baik. 

Pameran ini juga menjadi bagian dari upaya BNPB untuk mempertemukan ide dan gagasan lintas sektor pemerintah, dunia usaha, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan teknologi serta inovasi kebencanaan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi dalam mendukung penanggulangan bencana. (*)

Tags

Berita Terkait