LPHN Tanjung Beringin Kawal Program RHL 70 Hektare, Penanaman Bibit Capai 60 Persen

Selasa, 25/08/2026 - 17:33
LPHN Tanjung Beringin Kawal Program RHL 70 Hektare, Penanaman Bibit Capai 60 Persen

LPHN Tanjung Beringin Kawal Program RHL 70 Hektare, Penanaman Bibit Capai 60 Persen

Klikwarta com, Pasaman - Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, terus mengawal pelaksanaan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) melalui kegiatan penanaman berbagai jenis bibit tanaman di kawasan hutan Nagari Tanjung Beringin.

Program yang merupakan bagian dari program Kementerian Kehutanan tersebut dilaksanakan pada areal Padang Data Dagari dengan luas sekitar 70 hektare. Hingga Senin (24/8/2026), realisasi penanaman telah mencapai sekitar 60 persen.

Ketua pelaksana kegiatan LPHN Tanjung Beringin, Adi, mengatakan pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada penyelesaian penanaman, tetapi juga diarahkan agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Saat ditemui di lokasi kegiatan, Adi menjelaskan bahwa jenis tanaman yang dikembangkan meliputi durian, alpukat, manggis dan kulit manis (kayu manis). Sementara tanaman sela terdiri dari kopi dan pinang.

Menurut Adi, pemilihan berbagai jenis tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pemulihan dan kelestarian kawasan hutan sekaligus membuka potensi ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Program ini bukan hanya soal menanam bibit, tetapi bagaimana tanaman yang sudah ditanam dapat tumbuh dan dipelihara dengan baik sehingga ke depan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Adi.

Dalam mengawal kegiatan tersebut, Adi bersama jajaran LPHN juga menghadapi tantangan dalam membangun pemahaman masyarakat. Menurutnya, sosialisasi menjadi bagian penting agar masyarakat memahami tujuan program sekaligus mengetahui pentingnya menjaga dan memelihara tanaman yang telah ditanam.

Pendekatan tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Arif Datuak Rajo Malenggang, salah seorang tokoh masyarakat Nagari Tanjung Beringin, menilai pelaksanaan program sejauh ini berjalan dengan baik.

Menurut Arif, kelancaran kegiatan tidak terlepas dari keseriusan pelaksana dalam melakukan koordinasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah memahami tujuan program dan manfaatnya, tentu partisipasi akan lebih mudah dibangun. Di sinilah pentingnya peran pelaksana untuk terus memberikan sosialisasi dan mendampingi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Zuheri, salah seorang pegawai yang terlibat dalam kegiatan, mengatakan program penanaman tersebut telah dimulai sejak April 2026. Ia menyebut pelaksanaannya mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi modal penting karena keberhasilan program tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan.

LPHN dan Pemerintah Nagari Perluas Manfaat Program

Selain pelaksanaan program RHL di kawasan hutan Nagari Tanjung Beringin, LPHN bersama Pemerintah Nagari juga berupaya memperluas manfaat penghijauan dengan menyediakan bibit produktif bagi masyarakat yang memiliki lahan di luar kawasan hutan lindung.

Wali Nagari Tanjung Beringin, Ronal Yulmasri, mengatakan sejumlah bibit berkualitas juga disediakan bagi masyarakat untuk dikembangkan di lahan masing-masing.

Jenis bibit tersebut antara lain kopi, lengkeng, matoa, petai dan kemiri.

“Selain program khusus RHL dalam kawasan hutan Nagari Tanjung Beringin, LPHN bersama Pemerintah Nagari juga menyediakan bibit berkualitas lainnya bagi masyarakat yang ingin menanam, seperti kopi, lengkeng, matoa, petai dan kemiri. Bibit tersebut diberikan kepada masyarakat yang memiliki lahan di luar kawasan hutan lindung,” kata Ronal.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan penghijauan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan secara produktif. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat.

Adi Dorong Program Berkelanjutan

Sebagai ketua pelaksana, Adi berharap program tersebut tidak berhenti setelah target penanaman tercapai. Menurutnya, tahap pemeliharaan dan pengawasan justru menjadi bagian penting untuk memastikan bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Ia juga berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga lahan-lahan lain yang masih membutuhkan penghijauan dapat memperoleh perhatian.

“Harapan kita tentu program ini terus berlanjut. Masih ada lahan-lahan yang membutuhkan perhatian. Kalau program seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan masyarakat ikut terlibat, manfaatnya tentu akan jauh lebih besar,” harap Adi.

Dengan realisasi penanaman yang telah mencapai sekitar 60 persen, LPHN Tanjung Beringin terus mendorong agar program tersebut memberikan hasil yang berkelanjutan. Bagi pelaksana, keberhasilan bukan sekadar diukur dari jumlah bibit yang berhasil ditanam, tetapi dari sejauh mana tanaman dapat tumbuh, terpelihara dan memberikan manfaat ekologis serta ekonomi bagi masyarakat.

Dalam proses tersebut, peran LPHN dan ketua pelaksana menjadi penting dalam mengoordinasikan kegiatan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Pewarta : RKL

Berita Terkait