Nobar di SMA Lampung Timur Bahas Sukses Belajar Online Dengan Literasi Digital

Kamis, 12/10/2023 - 15:57
Webinar Literasi Digital

Webinar Literasi Digital

Klikwarta.com, Lampung - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) kembali menggelar program literasi digital nasional sektor pendidikan wilayah Sumatera bagi siswa/siswi SMA di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Kegiatan secara nonton bareng (nobar) ini mengangkat tema “Sukses Belajar Online Dengan Kemampuan Literasi Digital” dan telah digelar pada Kamis (12/10) pukul 09.00-11.00 WIB.

Program literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertujuan untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024 menuju Indonesia #MakinCakapDigital. Kegiatan digelar dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.

b

Berdasarkan laporan We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022 mencapai 204,7 juta orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya, dan dimana 191,4 juta penggunanya menggunakan media sosial. Namun, penggunaan internet tersebut membawa berbagai risiko, karena itu peningkatan penggunaan teknologi internet perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan bijak dan tepat.

Hasil survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Katadata Insight Center (KIC), didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia pada tahun 2022 berada pada angka 3,54 poin dari skala 1-5. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan menilai indeks literasi digital Indonesia belum mencapai kategori baik. “Angka ini perlu terus kita tingkatkan dan menjadi tugas kita bersama untuk membekali masyarakat kita dengan kemampuan literasi digital,” katanya melalui virtual.

Kegiatan nonton bareng (nobar) dengan jumlah siswa 18.000 tersebut menyuguhkan materi yang didasarkan pada empat pilar utama Literasi Digital yakni kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Dalam kegiatan tersebut menampilkan sejumlah narasumber, narasumber pertama yakni seorang Dosen, Writerpreneur, dan Entrepreneur Dian Ikha Pramayanti, SP.t., M.Si, membawakan materi keamanan digital. Menurut dian, dunia digital memberikan banyak kemudahan untuk membantu pelajar dalam belajar online, namun, terdapat tantangan yang harus dihadapi pelajar di ruang digital seperti adanya penipuan dan pencurian akun oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, para pelajar harus memahami keamanan digital dalam belajar online agar dapat mengamankan perangkat digital, melindungi data pribadi, serta mewaspadai penipuan digital. 

“Pilihlah jaringan internet yang aman, wifi publik pilih yang aman, misalnya di sekolah, aman gak si ini di sekolah? Bisa di hack gak? Kita harus mencegah adanya hacker dengan password yang susah, semua karakter dari huruf besar, huruf kecil, angka, ada karakter yang lain dan tagar, itu dijadikan satu, minimal 9 digit, untuk apa pun, akun media sosial, password di HP anda, kata sandinya yang kuat dan unik, jempolnya ditahan, jangan asal klik, ada iklan di klik, nah itu yang berbahaya, juga gunakan koneksi internet yang aman, tanda-tanda serangan virus malware trojan itu seperti apa sih? Biasanya tanda-tandanya itu lemot, di HP ataupun di laptop, harus apa? Restart dan update, kemudian jangan bagikan informasi pribadi karena setiap akun pasti ada identitas digital kita, apa itu? Email, nama lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, kalau bikin password jangan tanggal lahir, itu informasi pribadi yang tidak boleh dibagikan,” ujar Dian.

Giliran narasumber kedua Yuanita Dwi parasta,M.Pd. selaku Google certified educator berbicara terkait kecakapan digital. Yuanita menyampaikan bahwa para pelajar harus cakap digital dengan memahami berbagai perangkat keras dan perangkat lunak, seperti menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam mengerjakan tugas sekolah secara online, AI dapat digunakan sebagai asisten virtual untuk membantu siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah dengan lebih efisien.

“Aplikasi Socratic dapat membantu menjawab pertanyaan dan belajar sejarah biasanya, selanjutnya Grammarly membantu untuk memeriksa tata bahasa dan ejaan dalam tulisan, kemudian Google Scholar untuk mencari artikel ilmiah dan referensi untuk penelitian, ada Mathway untuk memecahkan masalah matematika dari berbagai tingkat kesulitan, ada juga Google Translate yaitu dapat menerjemahkan teks dalam bahasa asing ke dalam bahasa yang dipahami, membantu memahami materi dari sumber yang berbeda,” jelas Yuanita.

Selanjutnya pembicara terakhir, seorang Content Creator Muhammad Hafidz Al Furqan tampil menyampaikan beberapa tips agar sukses dalam belajar online yakni dengan mengatur waktu, konsisten, dan rajin menggunakan aplikasi yang dapat menambah pengetahuan, salah satunya menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu kita agar mahir Public Speaking, membuat pidato, dan lain-lain.

“Ada aplikasi ngobrol dengan orang-orang luar, aplikasinya gratis, kalau teman-teman mau, coba aja cari di Appstore atau Playstore namanya Hello, saya bisa ngobrol dengan orang di luaran sana, terus kalau mau belajar sains semuanya ada di aplikasi, asalkan kita bisa memilihnya dengan baik,” tambah Hafidz.

Di akhir sesi nobar, para peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan yang dijawab langsung oleh narasumber. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh moderator  Adnin Adinda Azmatunnisa.

Adapun Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo, Youtube @literasidigitalkominfo serta website literasidigital.id.

Berita Terkait