Literasi Digital FISIP UNAIR
Klikwarta.com, Ponorogo - Program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertema literasi digital yang diselenggarakan oleh Prodi S3 Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) mendapat sambutan hangat dari para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Ponorogo. Pelatihan ini dinilai membuka wawasan baru mengenai penggunaan teknologi yang aman, etis, dan efektif untuk mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus.
Program ini digelar sebagai respons UNAIR terhadap tantangan literasi digital di enam SLB Ponorogo, di mana sebagian besar guru belum memperoleh pendampingan memadai terkait penggunaan teknologi, keamanan data, dan pemilihan sumber pembelajaran digital. Di sisi lain, ancaman kejahatan siber terhadap anak disabilitas terus meningkat sehingga guru membutuhkan kemampuan lebih kuat dalam mengawal aktivitas digital siswa.
Pelatihan yang diselenggarakan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Sabtu (29/11/2925) ini, mencakup pemahaman dasar literasi digital, teknik memilih sumber informasi kredibel, pembuatan media pembelajaran interaktif, serta praktik keamanan siber mulai dari penggunaan kata sandi kuat hingga perlindungan data pribadi siswa. Para peserta juga diajak membuat konten pembelajaran adaptif seperti video berteks bahasa isyarat dan modul visual-audio yang lebih ramah disabilitas.

Antusiasme tampak jelas dari para guru SLB yang mengikuti kegiatan ini. Eva Ristiawati, guru dari SLBB Pertiwi Ponorogo yang menangani siswa tunarungu, mengaku pelatihan ini membuat dirinya dan rekan-rekan lebih memahami pentingnya literasi digital dalam pembelajaran.
“Menurut kami yang setiap hari berhadapan dengan anak-anak SLB, kami jadi sadar IT. Kami selalu memakai foto, video, literasi digital. Edukasi ini membuat kami lebih sadar soal privasi, pemberian materi yang sesuai, dan kejelian memilih sumber literasi. Kami berharap ada tindak lanjut agar wawasan kami terus berkembang,” ujar Eva.
Hal senada disampaikan Rudi Prasetyo dari SLB C Pertiwi Ponorogo yang menilai materi Pengmas UNAIR sangat relevan dengan kebutuhan guru masa kini.
“Materi Pengmas dari S3 Ilmu Sosial FISIP UNAIR ini menarik karena digitalisasi sangat berguna untuk guru masa kini. Anak-anak jadi bisa menerima pelajaran lebih baik dan menyenangkan karena tidak lagi konvensional,” katanya.
Fitri Mutia, lerwakilan tim Pengmas S3 Ilmu Sosial FISIP UNAIR yang sekaligus menjadi pemateri dalam pelatihan kali ini menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan digital guru SLB sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Kaprodi S3 Ilmu Sosial FISIP UNAIR, Siti Mas'udah mengatakan bahwa program ini selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, terutama dalam memperluas kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
Dengan tingginya antusiasme guru SLB Ponorogo, UNAIR menargetkan lahirnya produk pembelajaran digital adaptif, terbentuknya komunitas belajar daring, serta meningkatnya kesadaran keamanan siber di lingkungan sekolah luar biasa.
UNAIR juga berkomitmen melanjutkan pendampingan agar guru-guru SLB semakin percaya diri dan adaptif menghadapi dinamika dunia digital, sehingga siswa disabilitas mendapatkan akses belajar yang lebih aman, inklusif, dan berkualitas.
(Kontributor: Arif)








