Terjunkan 211 Mahasiswa, Umuka Solo Terapkan Model KKN Efektif Berbasis Observasi Lapangan

Senin, 27/07/2026 - 13:17
Rektor Umuka Solo, Dr. H. Muh Samsuri, M.S.I., dalam acara pelepasan mahasiswa KKN Angkatan ke-4, di Pendopo Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (27/7/2026.

Rektor Umuka Solo, Dr. H. Muh Samsuri, M.S.I., dalam acara pelepasan mahasiswa KKN Angkatan ke-4, di Pendopo Raden Mas Said Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (27/7/2026.

Klikwarta.com, Karanganyar - Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka) Solo resmi menerjunkan 211 mahasiswa semester tujuh untuk mengabdi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-4. Mengusung pendekatan yang tak biasa, Kampus Bumi Intanpari ini menerapkan formula KKN yang dinilai jauh lebih efektif dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Acara pelepasan peserta KKN digelar secara khidmat di Pendopo Raden Mas Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (27/7/2026) pagi. Sebanyak 211 mahasiswa dari sembilan program studi (prodi) tersebut disebar ke 24 desa di tiga kecamatan prioritas, yakni Jatipuro, Ngargoyoso, dan Tawangmangu.

Perbedaan mendasar KKN Umuka Solo terletak pada manajemen waktu penerjunan. Jika KKN konvensional umumnya menggunakan dua pekan pertama di lokasi untuk pemetaan dan adaptasi, Umuka Solo justru mewajibkan mahasiswanya menyelesaikan tahapan tersebut sebelum terjun ke lapangan.

Rektor Umuka Solo, Dr. H. Muh Samsuri, M.S.I., menegaskan bahwa seluruh mahasiswa telah mengantongi hasil observasi lapangan dan rancangan program kerja sejak dua minggu sebelum penerjunan resmi.

"Ini agak berbeda dengan KKN pada umumnya. Kebanyakan pekan pertama dan kedua baru observasi dan menyusun program. Kalau kita, dua minggu sebelum terjun sudah persiapan dan penyusunan program. Sehingga saat satu bulan penuh berada di lokasi, mahasiswa bisa langsung bekerja secara efektif," ujar Samsuri di sela-sela acara pelepasan.

Samsuri menambahkan, KKN berbobot 6 SKS ini merupakan bagian dari kegiatan intrakurikuler wajib syarat kelulusan. Untuk tahun ini, pengabdian masih difokuskan di wilayah Kabupaten Karanganyar, sebelum nantinya diproyeksikan merambah daerah lain pada tahun depan.

"Selamat menjalankan KKN. Berikan apa yang dimiliki mahasiswa sesuai bidang ilmunya. Di sisi lain, ini adalah proses pembelajaran berharga—banyak ilmu yang tidak didapatkan di bangku kuliah, justru akan diperoleh langsung di tengah masyarakat," imbau Rektor.

Mengangkat tema "Pemberdayaan Riil, Inovasi Masyarakat, dan Aksi Nyata untuk Bumi Intanpari", program pengabdian tahun ini dirancang untuk menjawab tantangan optimalisasi potensi lokal Karanganyar yang masih terpecah-pecah.

Ketua KKN Umuka Solo, Muhammad Yusuf Aryadi, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa lintas disiplin ilmu diharapkan mampu menjadi pemantik daya saing serta percepatan ekonomi dan sosial di daerah penerjunan.

"Potensi luar biasa di Karanganyar ini sangat banyak, namun masih tersebar dan butuh dioptimalkan. Kami berharap mahasiswa Umuka Solo dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan potensi-potensi daerah tersebut," tutur Yusuf.

Untuk menjaga efektivitas program di lapangan, kerja pengabdian difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, pilar pendidikan dan keagamaan berfokus pada penguatan nilai-nilai religiusitas serta pendampingan edukasi bagi warga. Kedua, pilar sosial kemasyarakatan mengarahkan upaya pada pemberdayaan warga secara terstruktur demi mengerek kualitas hidup masyarakat desa. Terakhir, pilar budaya berkomitmen pada pelestarian serta pengembangan potensi seni dan warisan budaya lokal.

Yusuf optimistis, lewat kolaborasi multidisiplin dan sinergi yang menyatu bersama warga, aksi nyata mahasiswa Umuka Solo dapat memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Karanganyar.

Pewarta : Kacuk Legowo

Berita Terkait