TKA Tidak Sesulit yang Dibayangkan, Bekali Murid Menatap Jenjang Pendidikan Berikutnya

Rabu, 04/11/2026 - 11:40
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan Annisa Amalia Munandar, murid SMK Al Hasra Depok sesaat setelah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), Selasa (3/11).

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berdialog dengan Annisa Amalia Munandar, murid SMK Al Hasra Depok sesaat setelah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), Selasa (3/11).

Klikwarta.com, Depok, 4 November 2026 - Pengalaman mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang kedua memberikan kesan tersendiri bagi sejumlah murid di Depok dan Kabupaten Bogor. Setelah mempersiapkan diri melalui pendalaman materi dan latihan soal, mereka mengaku lebih percaya diri menghadapi asesmen sekaligus semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan. Pengalaman tersebut disampaikan saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengunjungi SMK Al Hasra Depok dan SMA Madania Kabupaten Bogor, Selasa (3/11).

“Hari ini saya kembali mengunjungi murid-murid yang baru saja menyelesaikan TKA. Secara keseluruhan penyelenggaraan TKA berjalan lancar, anak-anak dapat mengerjakan dengan baik dan merasa TKA tidak semenakutkan yang mereka pikir. Saya berharap kelancaran TKA ini juga dirasakan di berbagai tempat dan secara nasional terus bergulir dengan baik,” ungkap Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Selasa (3/11).

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar melakukan dialog dengan para murid yang telah mengikuti TKA pada sesi pertama. Beberapa dari mereka bahkan mengutarakan pengalamannya mengikuti TKA serta memberikan usulan, mulai dari masukan soal-soal dan durasi waktu pengerjaan asesmen.

“Setelah para murid mengerjakan TKA, kami mendapatkan beberapa usulan mulai dari bentuk soal, ukuran font di tampilan layar, kualitas gambar yang perlu dimoderasi, dan bagaimana mereka dapat bekerja secara kelompok guna mempersiapkan TKA. Puji syukur TKA membuat mereka antusias belajar dan mempersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya secara lebih matang,” papar Wamen Fajar.

.

Pengalaman mengikuti TKA turut disampaikan oleh Annisa Amalia Munandar, murid jurusan Akuntansi Keuangan dan Lembaga SMK Al Hasra Depok. Menurutnya, soal-soal TKA yang ia hadapi dua hari ini telah menggambarkan apa yang sudah dipelajari sebelumnya di sekolah.

Kesan dalam mengerjakan TKA membawa Annisa optimis akan hasil yang nanti ia dapatkan. “Sebelum TKA saya bersama teman-teman di sini sudah melakukan pendalaman materi dan latihan literasi numerasi yang telah difasilitasi sekolah. Dua hari ini cukup lancar mengerjakannya dan sangat optimis untuk hasil TKA, sebagai persiapan untuk kuliah jurusan Akuntansi di Institut Pertanian Bogor,” ujar Annisa.

Hal senada disampaikan Kenzie Ahmad Rafiansyah, murid SMA Madania, yang bercita-cita melanjutkan kuliah di Melbourne, Australia. Menurutnya, pengalaman mengikuti TKA menjadi bekal berharga untuk mengenali kemampuan diri sekaligus mempersiapkan langkah menuju perguruan tinggi dengan lebih matang dan percaya diri.

Lebih lanjut, Kenzie menilai soal-soal TKA melatihnya untuk membangun pemikiran kritis dan detail terhadap pemahaman soal. “TKA Bahasa Inggris tadi puji syukur bisa dikerjakan dengan baik. Seiring dengan belajar yang giat, ternyata soal-soal yang disuguhkan sesungguhnya dapat dikerjakan dengan baik dan tenang,” kata Kenzie.

Selanjutnya, Rachma Aulia Khoirunnisa juga memiliki pengalaman baik setelah mengerjakan TKA. Meskipun dua bulan terakhir ia sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL), ia menilai sekolah sangat mendukung melalui pendalaman materi melalui Sistem Informasi Digital Sekolah (Sidigs).

“Dengan TKA ini tentunya menjadi pengalaman baru mengerjakan soal-soal dengan tingkat pemahaman yang tinggi. Hasil TKA juga menjadi gambaran bagaimana literasi dan numerasi saya, sekaligus bekal persiapan lebih matang ke perguruan tinggi,” terang Rachma, murid SMK Al Hasra Depok yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Universitas Padjadjaran.

Terakhir, kesan TKA disampaikan Himalaya Tsamara, murid SMA Madania. Himalaya menilai narasi yang berkembang di media sosial terkait TKA yang susah dan sulit, terpatahkan saat ia mengerjakan TKA. 

“Terdapat beberapa soal yang mencoba menjebak kami dalam menjawabnya. Namun dengan latihan soal yang sudah sering dilakukan, saya dapat mengerjakannya dengan percaya diri. Terutama soal Bahasa Inggris tadi yang bisa dikerjakan dengan baik dan soal-soalnya pun secara umum tergambarkan saat pendalaman materi,” tutup Himalaya. 

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait