Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto
Klikwarta.com, Madiun - Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta profesionalisme seluruh prajurit dan ASN jajarannya dalam menghadapi dinamika situasi dan berbagai tantangan tugas ke depan.
“Seperti kita ketahui bersama, dinamika lingkungan strategis saat ini berkembang semakin cepat, kompleks dan penuh ketidakpastian. Perkembangan tersebut perlu kita cermati karena tidak hanya berdampak terhadap stabilitas keamanan dunia, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi ekonomi, energi dan kehidupan sosial masyarakat, termasuk di Indonesia,” kata Pangdam dalam amanat yang dibacakan Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto pada upacara bendera di Makorem, Jl. Pahlawan No. 50, Kota Madiun, Kamis (17/9/2026).
Di sisi lain, sebutnya, bangsa Indonesia juga masih dihadapkan pada berbagai potensi bencana, seperti Karhutla, gempa bumi, erupsi gunung api dan bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat berdampak luas.
Menurut dia, kondisi tersebut harus disikapi secara serius, terlebih fenomena El Nino dapat memicu empat musim kemarau berkepanjangan, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi ketersediaan air bersih, mengganggu produksi pertanian serta meningkatkan potensi Karhutla.

Dalam konteks tersebut, Pangdam mengungkapkan bahwa di wilayah Jawa Timur saat ini juga terjadi Karhutla di beberapa wilayah, potensi kekeringan, kekurangan air bersih, serta ancaman gempa bumi dan erupsi gunung api yang harus diantisipasi sejak dini.
Untuk itu, ia memerintahkan kepada seluruh satuan jajaran Kodam V/Brawijaya agar meningkatkan kewaspadaan, kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat serta memperkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh unsur terkait.
“Laksanakan penanganan secara cepat dan tepat serta langkah mitigasi secara terukur, sehingga setiap potensi ancaman dapat diantisipasi dan stabilitas keamanan serta ketahanan wilayah Jawa Timur tetap terjaga,” tegasnya.
Pada bidang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Pangdam meminta percepatan pelaksanaan KDKMP. Dari target 8.494 titik di Jawa Timur, sebanyak 5.305 titik telah selesai 100 persen, sementara 1.035 titik masih dalam proses. Pelaksanaan TMMD ke-130 TA 2026 juga diminta dilakukan secara terpadu dan lintas sektoral agar selesai tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program ketahanan pangan juga harus terus dioptimalkan. Hingga Agustus 2026, LTT mencapai 1.335.909 hektare atau 46,93 persen dari target 2.832.131 hektare. Sementara Sergab (serapan gabah) mencapai 943.787,10 ton atau 106,77 persen dari target 883.912 ton.
Selain itu, pembangunan Jembatan Garuda diminta untuk terus dipercepat melalui sinergi seluruh pihak. Dari 378 titik, sebanyak 231 telah selesai, 147 masih dalam proses pembangunan, dan 23 titik berada dalam tahap pengajuan.
Menutup amanatnya, Pangdam Rudy mengajak seluruh prajurit dan ASN Kodam V/Brawijaya untuk terus melanjutkan pengabdian kepada negara dan bangsa dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, disiplin, serta semangat kebersamaan.
(Kontributor : Arif)








