OSN Dikmen 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pengembangan Talenta Sains Berkelanjutan

Rabu, 16/09/2026 - 19:49
OSN Dikmen 2026 Resmi Dibuka

OSN Dikmen 2026 Resmi Dibuka

Klikwarta.com, Surabaya - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026. Pembukaan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Selasa (15/9). 

Mengusung semangat pengembangan talenta sains secara berkelanjutan, OSN Dikmen 2026 menjadi ruang bagi murid untuk mengaktualisasikan kemampuan sains, membangun karakter, dan memperluas kesempatan pengembangan diri hingga tingkat internasional.

Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang berhasil lolos ke tingkat nasional dan akan berkompetisi pada sembilan cabang ajang, yaitu astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa OSN merupakan bagian dari upaya menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta murid.

“OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para murid dan semangat inilah yang menjadi dasar manajemen talenta murid,” ujar Suharti.

Suharti juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih melalui OSN perlu dipandang sebagai langkah awal untuk membuka kesempatan pengembangan diri dan pendidikan yang lebih luas bagi para peserta. 

“OSN bukan sekadar untuk mendapatkan medali, melalui pembinaan berkelanjutan, para peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional dan memperoleh peluang pengembangan pendidikan melalui kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa partisipasi talenta sains jenjang pendidikan menengah pada OSN 2026 mengalami peningkatan. Jumlah pendaftar mencapai 297.955 peserta, naik 12,33 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 265.251 peserta.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi murid SMA/MA/SMK/MAK/sederajat dari 38 provinsi dan SILN di seluruh dunia dalam ajang pengembangan talenta bidang riset dan inovasi. 

“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,” tutur Irene.

Selain pelaksanaan sembilan cabang sains, Puspresnas juga bekerja sama dengan Cakrawala University menyelenggarakan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) untuk tahun kedua. EKKA 2026 mencatat peningkatan pendaftar sebesar 72,01 persen, dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi pada 2026. Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi akan mengikuti babak final EKKA 2026. Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari perluasan ruang aktualisasi talenta murid di bidang kecerdasan artifisial.

Irene menjelaskan, pengembangan talenta murid tidak berhenti pada perolehan medali. Kemendikdasmen terus menyiapkan berbagai kesempatan bagi murid berprestasi untuk mengembangkan kemampuan dan melanjutkan perjalanan prestasinya.

“Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan,” jelas Irene.

Sejalan dengan implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, OSN menjadi salah satu ajang talenta yang memfasilitasi pengembangan, peningkatan, dan apresiasi talenta secara berkelanjutan, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dan mewakili Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional, di antaranya _International Mathematical Olympiad_ (IMO), _International Physics Olympiad_ (IPhO), _International Olympiad in Informatics_ (IOI).

Lebih lanjut, penyelenggaraan OSN Dikmen 2026 merupakan kali kedua UMM dipercaya menjadi tuan rumah. Dukungan UMM mencakup kesiapan fasilitas, layanan penyelenggaraan, dan penciptaan atmosfer akademik yang mendukung pengalaman peserta selama mengikuti OSN.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Nazaruddin Malik, menyampaikan bahwa UMM berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pengembangan sains dan talenta murid. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

“Selamat berkompetisi, tegakkan kejujuran, raihlah prestasi yang maksimal,” pesan Nazaruddin kepada seluruh peserta OSN Dikmen 2026.

Salah satu peserta OSN Dikmen cabang ajang matematika, Edric Owen Pidono dari SMAS Katolik Rajawali Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Motivasi saya mengikuti OSN adalah karena prestasi di ajang ini dapat membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, salah satunya melalui kesempatan mendapatkan Beasiswa Talenta Indonesia dan beasiswa lainnya,” ungkapnya.

Semangat untuk meraih prestasi dan melanjutkan perjuangan ke ajang internasional juga menjadi harapan para finalis OSN Dikmen 2026. Salah satunya Azzahra Nabilla Sofian dari SMA Negeri 10 Samarinda.

“Semoga usaha dan kerja keras saya bisa membuahkan medali dan lanjut ke ajang internasional,” ucap finalis dari cabang ajang biologi ini.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu peserta EKKA OSN 2026, yaitu Michael Daniel dari SMAS Darma Yudha, Pekanbaru, Riau.

“Selain ingin memperdalam kecerdasan artifisial, saya ingin mengikuti pelatnas dan bergabung menjadi tim nasional Indonesia pada ajang _International Olympiad in Artificial Intelligence_ (IOAI),” tuturnya. 

Melalui OSN Dikmen 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada 14–20 September 2026 dengan dihadiri 566 murid dari peserta OSN dan EKKA, Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang bagi murid Indonesia dalam mengembangkan potensi, memperluas pengalaman belajar, dan meraih prestasi yang bermanfaat bagi masa depan bangsa. (**) 

Berita Terkait