Resmikan 4 Rumah Sakit dan 1 Hotel , Ganjar Berharap Jamkesmas Kembali di Aktifkan

Rabu, 04/09/2019 - 11:12
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Resmikan Empat Rumah Sakit Harapan Sehat Dan Hotel Grand Dian Guci

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Resmikan Empat Rumah Sakit Harapan Sehat Dan Hotel Grand Dian Guci

Klikwarta.com, Tegal - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Tegal Umi Azizah, Wali Kota Tegal Dedy Yon dan Bupati Brebes Idza Priyanti meresmikan empat Rumah Sakit Harapan Sehat dan Hotel Grand Dian Guci, Selasa (3/9/2019).

4 Rumah Sakit  berlokasi di Slawi, Jatibarang, Bumiayu dan Pemalang. Ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemukulan gong, empat rumah sakit dan satu hotel dibawah naungan Dedy Jaya Grup resmi beroperasi.

Terkait fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tegal sudah memiliki tiga unit rumah sakit pemerintah dan lima rumah sakit swasta, ditambah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berupa 29 unit Puskesmas yang tersebar di 18 wilayah kecamatan. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam perbincangannya sempat bercerita tentang keluhan warga tentang Rumah Sakit Swasta yang tidak menerima Pasien BPJS, karena tagihan BPJS belum dibayarkan Oleh BPJS Pusat. Dirinya menyarankan agar pasien tersebut pindah ke rumah sakit pemerintah, karena menurutnya jika harus bergantung dengan Pusat itu tidak mungkin,

"Rasa - rasanya di Jawa Tengah ini perlu mengaktifkan Jamkesmas Lagi" ujarnya

Menurut Bupati Tegal Umi Azizah Dengan hadirnya Rumah Sakit Harapan Sehat ini tentu akan semakin menambah ketersediaan fasilitas kesehatan, meningkatkan rasio antara jumlah rumah sakit ataupun tempat tidur pasien dengan jumlah penduduk Kabupaten Tegal yang mencapai 1,4 juta jiwa", kata Umi. Ini juga akan memperkecil resiko kematian ibu dan anak, 

Menyikapi perbincangan publik, yaitu rencana kenaikan iuran Program JKN BPJS Kesehatan sebesar 100 persen di awal Januari 2020 terutama bagi peserta kelas I dan kelas II, BJika skenario kenaikan tersebut sudah tidak mungkin lagi dihindari untuk menutup defisit, ia berharap iuran mandiri untuk kelas III kenaikannya tidak lebih dari 30 persen agar tidak membebani masyarakat bawah, papar Bupati Tegal

Ia berharap agar seluruh pasien nantinya bisa ditangani dengan prosedur yang sama dengan hospitality-nya yang baik seperti lingkungan yang bersih, tidak bau, kamar yang bersih, tempat tidur yang nyaman, makanan yang enak, hingga senyuman dalam pelayanannya pun juga harus sama. Tidak ada perbedaan antara pasien BPJS kelas III dengan pasien umum atau kelas diatasnya. 

Ini berlaku bagi siapa pun tenaga kesehatan yang bekerja disini, baik dokter, perawat, tenaga penunjang lainnya seperti petugas administrasi hingga security. Sementara dalam keadaan darurat, utamakan penyelamatan nyawa pasien terlebih dahulu sebelum bicara administrasi, pungkasnya.

"Dari awal kita sepakat tidak menolak pasien itu adalah hal yang luar biasa, dengan pelayanan prima jangan lagi membedakan pelayanan antar kelas" kata Ganjar dalam sambutanya. Ia menambahkan, dengan bertambahnya rumah sakit, secara jangka panjang akan mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian anak. (Red/CN/Tim)

Berita Terkait